banner 728x90

banner 728x90

Embung Maluhu Disiapkan Jadi Kawasan Wisata Edukatif, Dinas PU Kukar Libatkan Masyarakat.

Foto IST

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara terus melanjutkan transformasi kawasan Embung Maluhu di Kecamatan Tenggarong menjadi ruang publik multifungsi.

Tidak hanya sebagai penampung air, embung ini disiapkan sebagai destinasi wisata berbasis edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, namun juga pada keterlibatan masyarakat secara aktif sejak awal.

Ia menyebut partisipasi warga adalah kunci keberhasilan, agar kawasan tetap terjaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan Warga harus ikut ambil bagian dalam menjaga dan merawat Embung Maluhu agar fungsinya tetap terjaga dan lingkungan tetap lestari,” ujarnya saat diwawancarai di Tenggarong, Selasa (17/6/2025).

Pengembangan kawasan embung akan dilakukan bertahap, dimulai dari pembangunan gazebo, jembatan penghubung antarzona, hingga jalur pedestrian yang dirancang ramah lingkungan.

Fasilitas ini ditujukan, untuk mendukung kegiatan luar ruang, interaksi sosial, hingga kegiatan edukatif dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Wiyono menjelaskan, kawasan ini dirancang untuk bisa menampung beragam aktivitas, mulai dari komunitas pelajar, ruang usaha kuliner rakyat, hingga wadah pengembangan kerajinan tangan berbasis lokal.

“Kalau sejak awal masyarakat dilibatkan, maka rasa memiliki itu tumbuh, dan ini penting agar kawasan tidak cepat rusak, dan menjadi ruang hidup bersama, bukan hanya milik pemerintah,” katanya.

Selain membangun infrastruktur, Pemkab Kukar juga menyiapkan langkah konservasi ekologis melalui program penghijauan.

Ratusan pohon Pinus direncanakan ditanam di sekitar embung, untuk menjaga kesejukan, mencegah erosi, serta memperkuat fungsi embung sebagai sumber air.

Melalui pendekatan kolaboratif dan konservatif ini, Dinas PU Kukar berharap Embung Maluhu dapat berkembang sebagai ruang publik unggulan, yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan manfaat edukatif, ekologis, dan ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kawasan ini hidup, dimanfaatkan oleh masyarakat, dan tetap terjaga fungsinya,” ungkapnya.

“Dan, Embung Maluhu bukan sekadar infrastruktur, tapi harus menjadi ruang produktif yang tumbuh bersama warga,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)

banner 728x90