banner 728x90

banner 728x90

PU Kukar Dorong Pertanian Modern, Wiyono Tekankan Pentingnya Teknologi dan Tata Kelola Air

Wiyono Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Wiyono, menegaskan bahwa pertanian masa depan tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan.

Pemanfaatan teknologi modern dan pengelolaan air yang efektif menjadi kunci untuk mendorong produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang berlangsung di Tenggarong, Rabu (24/9/2025).

Menurutnya, inovasi teknologi sudah mulai masuk ke sektor pertanian, termasuk penggunaan drone untuk menyemai benih, menanam, hingga menyiram tanaman.

Langkah ini, kata Wiyono, dapat memangkas tenaga dan waktu kerja, sekaligus menjaga hasil panen tetap optimal.

“Saat ini rata-rata produktivitas kita masih 4 ton per hektare. Kalau tata kelola air bisa kita maksimalkan, hasilnya pasti lebih besar. Teknologi seperti drone sudah harus kita manfaatkan,” ujar Wiyono.

Wiyono menegaskan posisi Kukar yang strategis sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur, dengan kontribusi sekitar 40 persen pasokan beras provinsi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas PU, Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga PUPR Provinsi Kaltim.

“Kalau kita bisa meningkatkan indeks pertanaman menjadi tiga kali tanam dalam setahun, Kukar akan semakin kokoh menopang ketahanan pangan daerah bahkan nasional,” tegasnya.

Selain infrastruktur dan teknologi, Wiyono menyoroti persoalan kesejahteraan petani. Berdasarkan data, Nilai Tukar Petani (NTP) Kukar baru menyentuh angka 101.

Artinya, petani baru bisa memenuhi kebutuhan dasar tanpa memiliki ruang untuk menabung.

“Kalau hanya sebatas mencukupi kebutuhan pokok, itu belum bisa disebut sejahtera. Kita ingin ada peningkatan kualitas hidup, bukan sekadar bertahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program P3A tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya manusia, tetapi juga membutuhkan infrastruktur irigasi yang memadai.

“Sebagus apapun pelatihannya, kalau airnya tidak ada, ya percuma. Karena itu, Dinas PU akan terus berupaya menghadirkan jaringan irigasi yang kuat agar P3A bisa bekerja optimal,” tambahnya.

Wiyono mengakui adanya keterbatasan anggaran pembangunan. Namun ia berharap hal itu tidak menyurutkan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk tetap produktif.

“Anggaran terbatas jangan jadi alasan. Semangat kita jangan ikut terbatas. Mari berkolaborasi agar pertanian Kukar semakin maju,” pungkasnya. (ADV-DPU Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90