NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggelar peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi terkait pembangunan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Taman Kota Tenggarong, Kamis (18/9/2025).
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan kedua fasilitas publik yang kini hampir rampung. Usai kunjungan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi di ruang Kepala Dinas PU Kukar.
Rapat tersebut dihadiri perangkat daerah terkait, di antaranya Bappeda, BPKAD Bagian Aset, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Satpol PP.
Agenda pembahasan meliputi penetapan instansi pengelola, pembagian tugas pemeliharaan, serta mekanisme pengelolaan agar pemanfaatan fasilitas dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menegaskan bahwa pembangunan Gedung Ekraf dan Taman Kota bukan hanya soal penyelesaian fisik, tetapi juga keberlanjutan pengelolaan agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah Daerah ingin memastikan setelah selesai dibangun, fasilitas ini tidak terbengkalai. Karena itu, perlu ada kejelasan siapa yang menjadi pengelola, bagaimana mekanisme pemeliharaannya, dan bagaimana fasilitas ini dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Wiyono.
Menurutnya, Gedung Ekraf akan menjadi wadah penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas kreatif di Kukar untuk berinovasi dan memasarkan produk.
Sementara Taman Kota diharapkan menjadi ruang terbuka hijau, yang representatif bagi warga Tenggarong untuk beraktivitas sekaligus menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
“Kehadiran Gedung Ekraf harus mampu mendorong geliat ekonomi kreatif lokal. Begitu juga Taman Kota, yang tidak hanya sebagai ruang publik, tetapi juga ikon baru Tenggarong yang layak dinikmati semua kalangan,” tambahnya.
Wiyono menegaskan bahwa pihaknya juga melibatkan lintas OPD untuk memastikan pengelolaan berjalan profesional.
“Dengan koordinasi yang baik, kita ingin agar pemanfaatan fasilitas ini berkesinambungan, tertata, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kukar menegaskan komitmen menghadirkan sarana publik yang terbangun dengan baik sekaligus terkelola secara berdaya guna.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur daerah tidak hanya sekadar proyek fisik, melainkan juga investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Kukar. (Adv-DPU Kukar)















