NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Usulan Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, terkait percepatan semenisasi ruas jalan sepanjang enam kilometer yang menghubungkan Desa Wonosari dan Desa Kedang Ipil, mendapat tanggapan serius dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Marga.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut telah tercatat dalam daftar usulan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan kini masuk dalam radar program prioritas infrastruktur daerah.
“Kami sudah menerima permintaan tersebut, dan Jalan penghubung Wonosari ke Kedang Ipil memang menjadi perhatian karena kondisinya cukup memprihatinkan, terlebih saat musim hujan,” ujar Linda saat dikonfirmasi pada Jumat (20/6/2025).
Linda menjelaskan, ruas jalan tersebut termasuk salah satu dari beberapa infrastruktur di Kecamatan Kota Bangun Darat, yang belum mendapatkan pembangunan permanen.
Rencana peningkatan jalan itu kini tengah ditelaah, untuk masuk dalam program pembangunan fisik pada tahun anggaran 2026.
“Setiap usulan dari wilayah akan melalui proses verifikasi teknis, dan setelah diverifikasi, baru bisa Kami tentukan apakah layak untuk dianggarkan berdasarkan tingkat urgensi, dan kesiapan keuangan daerah,” jelasnya.
Tak hanya itu, Linda juga menyinggung kondisi jalan antara Desa Sukabumi dan Kedang Ipil yang menyisakan sekitar satu kilometer jalan rusak.
Dinas PU, menurutnya, akan segera melakukan survei lapangan guna memastikan kelayakan pelaksanaan pekerjaan lanjutan di sana.
Adapun ruas jalan dari Kedang Ipil menuju Kantor Kecamatan yang telah disemenisasi, disebut Linda sebagai bagian dari pembangunan bertahap yang terus berlanjut setiap tahunnya di wilayah pedalaman Kukar.
“Pembangunan jalan di Kota Bangun Darat tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran,” tegasnya.
Linda menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan memperlancar konektivitas antarwilayah, namun juga untuk menunjang layanan dasar masyarakat seperti akses menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik.
“Masukan dari masyarakat maupun Pemerintah Kecamatan menjadi referensi penting, dalam menyusun perencanaan pembangunan ke depan,” ucapnya.
Ia pun menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten, untuk menciptakan pemerataan pembangunan yang adil dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kukar.
“Saya berharap sinergi antara Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten terus terjalin erat demi mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)















