banner 728x90

banner 728x90

Percepatan Pembangunan Jembatan Besi Kukar Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara.

Linda Juniarti Kabid Bina Marga DPU Kukar

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot pembangunan Jembatan Besi yang terletak di jantung kota Tenggarong.

Proyek ini kini memasuki fase percepatan, termasuk penataan jalan di sekitar kawasan Monumen dan Masjid Agung Kukar.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa progres pekerjaan telah memasuki tahap krusial, yaitu penyambungan struktur besi jembatan.

“Saat ini pekerjaan penyambungan besi masih berlangsung, dan ini sesuai arahan pimpinan, Kami telah menambah satu crane tambahan di sisi Jalan Panjaitan untuk mempercepat pekerjaan,” kata Linda saat dikonfirmasi, Kamis (12/6/2025).

Guna mendukung efisiensi kerja alat berat di lapangan, Pemerintah Kabupaten Kukar akan melakukan penutupan sebagian ruas jalan di sekitar proyek.

Penutupan dimulai dari Jembatan Besi Lama hingga kawasan Masjid Agung, dengan arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan Teratai dan akses belakang Masjid Agung.

“Ini dilakukan agar alat berat bisa bekerja maksimal tanpa mengganggu lalu lintas harian warga,” ujarnya.

Linda mengakui bahwa pekerjaan pemancangan tiang sempat berjalan lambat, karena keterbatasan alat.

Dalam kondisi sebelumnya, hanya dua titik yang bisa dikerjakan per hari.

Namun, kini satu unit alat pemancang tambahan telah tiba di lokasi proyek.

“Alat baru sudah datang, dan Kami optimistis progres pemancangan bisa dipercepat dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dalam perencanaan rekonstruksi, bentuk dan arah jembatan akan disesuaikan.

Bentang dari arah Danau Semayang ke Masjid Agung yang sebelumnya menyerong akan diluruskan.

Tak hanya itu, dimensi jembatan pun akan lebih luas dibanding jalan sebelumnya.

“Jalan lama lebarnya sekitar 13 meter, sedangkan Jembatan baru akan dibuat 14 meter agar lebih lega dan nyaman bagi pengguna jalan,” terang Linda.

Sementara itu, untuk arah Monumen, pelebaran jalan telah lebih dulu dikerjakan.

Namun pekerjaan sempat terhenti lantaran proyek tersebut berada dalam kontrak terpisah dengan jembatan.

Tim pembangunan monumen masih menunggu kepastian teknis dari hasil pemancangan jembatan, termasuk kebutuhan file cap dan tinggi oprit agar bisa disambungkan secara presisi.

“Setelah pemancangan rampung, baru kita hitung struktur sambungan agar jalan terintegrasi dengan baik,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada pembangunan jembatan, Dinas PU Kukar juga tengah menata area tepi jalan yang selama ini dimanfaatkan warga untuk berdagang.

Selain melakukan pelebaran jalan, pemerintah juga membangun saluran drainase baru di area tersebut, sebagai bagian dari program penataan kawasan perkotaan.

“Kami ingin kawasan kota tertib, aman, dan mendukung kenyamanan bagi masyarakat maupun pengendara,” katanya.

Linda menyatakan bahwa seluruh pekerjaan ini ditargetkan selesai tepat waktu.

Ia berharap pembangunan jembatan dan penataan kawasan sekitarnya bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai kepadatan lalu lintas, dan mendukung konektivitas pusat aktivitas masyarakat Kukar.

“Dengan percepatan ini, Kami berharap hasilnya dapat dinikmati bersama dan menjadi bagian dari infrastruktur modern yang mendukung mobilitas perkotaan,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)

banner 728x90