banner 728x90

banner 728x90

MPLS Tahap Kedua di SMK Medika: Menyambut Generasi Siap Kerja dengan Pendekatan Karakter.

NAWALAPOST.COM, SAMARINDA — Suasana di SMK Medika Samarinda tampak berbeda dalam beberapa hari terakhir. Ratusan siswa baru tampak antusias mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahap kedua, yang menjadi bagian akhir dari proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026.

Hari ketiga MPLS, Sabtu (5/7/2025), sekaligus menandai penutupan rangkaian orientasi yang sebelumnya sudah dilaksanakan pada Mei lalu.

Tahun ini, sekitar 500 siswa baru bergabung di SMK Medika Samarinda—angka yang menegaskan posisi sekolah ini, sebagai salah satu SMK dengan peminat terbanyak di Kalimantan Timur.

Namun yang membedakan, bukan hanya jumlah siswa yang besar, tapi cara sekolah ini menyambut dan membentuk mereka sejak hari pertama.

Lebih dari Sekadar Pengenalan Sekolah.

Di SMK Medika, MPLS tak lagi dipandang sebagai rutinitas seremonial, dan Program ini didesain untuk menjadi awal yang inspiratif, dengan membuka cara berpikir baru para siswa, tentang sekolah kejuruan dan masa depan mereka.

Alih-alih hanya menyampaikan aturan atau jadwal akademik, MPLS diisi dengan berbagai muatan positif: sesi motivasi, pelatihan public speaking, pengenalan industri kerja, pengenalan jurusan, pengenalan perusahaan, tata tertib sekolah, tata tertib asrama sekolah, hingga pengembangan soft skill.

Semua materi dibawakan dengan pendekatan ringan tapi berisi, menyasar sisi mental dan karakter anak didik.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmuliadi, menyampaikan bahwa pendidikan karakter menjadi pilar utama dalam sistem pembelajaran yang diterapkan pihaknya.

“Kami ingin menyiapkan lulusan yang bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, disiplin, dan bisa bekerja dalam tim.

“Maka Kami tegaskan bahwa porsi karakter itu 70 persen, sementara akademik 30 persen,” ujarnya.

Sekolah Serius Tapi Tidak Membebani.

Kebijakan unik SMK Medika menjadi pembicaraan hangat di kalangan siswa, karena di sekolah ini, siswa diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri, misalnya boleh berambut panjang atau menggunakan sepatu warna bebas, asal tetap rapi dan sopan.

Filosofi di balik kebijakan ini sederhana namun kuat: casing seseorang bukan tolok ukur kecerdasan, kualitas diri.

“Kami ingin siswa datang ke sekolah dengan bahagia, karena anak yang bahagia lebih mudah menyerap pelajaran. Ketika belajar tidak menjadi tekanan, maka ilmu akan masuk dengan sendirinya,” tutur Musmuliadi.

Jurusan Populer dan Pembelajaran Berbasis Lapangan.

Sebagai sekolah kejuruan, SMK Medika menawarkan berbagai jurusan sesuai kebutuhan industri.

Tahun ini, Keperawatan masih menjadi jurusan terfavorit, disusul DKV (Desain Komunikasi Visual), Multimedia, Teknik Sepeda Motor, Farmasi, dan lainnya.

Sekolah juga membuka ruang kepada siswa, untuk memilih jurusan berdasarkan minat dan potensi pribadi mereka.

Model pembelajaran lebih menekankan praktik langsung ketimbang teori, melalui program pemagangan yang telah terintegrasi dengan dunia industri.

Empat Prinsip yang Membentuk DNA Pendidikan Medika.

Musmuliadi memaparkan bahwa SMK Medika berdiri di atas empat landasan utama:

1. Iman dan Takwa (Imtak): Pembinaan spiritual dan moral menjadi titik awal dalam pembentukan karakter.

2. Proses belajar disiplin tanpa jam kosong: Menghindari waktu luang yang sia-sia, memastikan efisiensi waktu belajar.

3. Pemagangan dan praktik yang dominan: Menyiapkan siswa langsung menghadapi kondisi nyata di lapangan kerja.

4. Pengembangan diri dengan ekstrakurikuler aktif: Tersedia lebih dari 32 kegiatan, termasuk yang tidak biasa di sekolah lain, seperti boxing, balap motor legal, hingga robotik dan musik modern.

Sekolah Favorit, Lulusan Dicari Industri.

Dengan pendekatan menyeluruh, SMK Medika Samarinda bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan pengasahan bakat.

Tak heran jika lulusan sekolah ini, banyak direkrut langsung oleh perusahaan mitra bahkan sebelum mereka lulus.

“Kami ingin siswa Kami tidak hanya siap kerja, tapi juga siap beradaptasi dengan segala perubahan zaman,” katanya.

“Dunia kerja berubah cepat, dan mereka harus siap sejak hari pertama mereka belajar,” pungkas Musmuliadi.

Dengan jumlah siswa yang terus bertambah dan program yang terus berkembang, SMK Medika Samarinda tidak hanya menjadi sekolah kejuruan biasa.

Ia menjelma menjadi ruang transformasi anak muda Kalimantan Timur menuju generasi unggul masa depan. (INR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90