NAWALAPOST.COM, SAMARINDA — Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPW APRI) Kalimantan Timur, telah menggelar rapat kerja guna mempersiapkan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan pelantikan kepengurusan DPW APRI Kaltim.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPW APRI Kaltim, Jalan Drs. Anang Hasyim, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (17/5/2026) itu, menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi dalam memperkuat struktur dan program kerja ke depan.
Rapat kerja diikuti jajaran pengurus DPW APRI Kaltim dengan sejumlah agenda pembahasan, mulai dari pembentukan panitia pelaksana FGD dan pelantikan, pembahasan atribut organisasi dan kartu tanda anggota (KTA), sekretariat DPW, penyusunan AD/ART, hingga proses pendaftaran organisasi ke Kesbangpol Kalimantan Timur.
Sekretaris DPW APRI Kaltim, Testia Sendi Radi Tio mengatakan, rapat kerja tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, kesiapan panitia pelaksana menjadi faktor utama dalam mendukung suksesnya agenda FGD dan pelantikan pengurus DPW APRI Kaltim yang direncanakan dalam waktu dekat.
“Rapat kerja ini dilakukan untuk memastikan seluruh agenda organisasi dapat dipersiapkan dengan baik, termasuk pembentukan panitia pelaksana FGD dan pelantikan pengurus,” katanya.
Ia menjelaskan, Focus Group Discussion nantinya akan menjadi forum strategis dalam membahas berbagai persoalan pertambangan rakyat, termasuk penguatan peran organisasi dalam mendukung tata kelola pertambangan yang lebih tertata dan sesuai regulasi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun komunikasi antara APRI dengan Pemerintah maupun stakeholder terkait di sektor pertambangan.
“FGD ini diharapkan menjadi ruang diskusi bersama untuk memberikan masukan dan pemahaman mengenai keberadaan pertambangan rakyat, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Tak hanya membahas agenda eksternal, rapat kerja juga difokuskan pada penguatan internal organisasi.
Salah satunya melalui pembahasan legalitas organisasi, penyusunan AD/ART, hingga penataan sekretariat DPW APRI Kaltim sebagai pusat aktivitas organisasi.
Menurut Testia, penguatan kelembagaan menjadi bagian penting, agar organisasi dapat berjalan secara profesional dan memiliki dasar administrasi yang jelas.
Ia menambahkan, seluruh pengurus DPW APRI Kaltim berkomitmen, untuk menjadikan APRI sebagai wadah penambang rakyat yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Harapannya APRI Kaltim dapat hadir sebagai organisasi, yang membawa manfaat bagi masyarakat penambang rakyat serta mampu bersinergi dengan Pemerintah dan stakeholder lainnya,” pungkasnya. (INR/NZR)















