NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori bersama istrinya, Susy, tiba di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (18/8/2026) siang.
Kedatangan pimpinan pusat organisasi tersebut, disambut jajaran PJI Kaltim di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.
Kedatangan Hartanto, menjadi bagian dari rangkaian agenda penting PJI di Kalimantan Timur.
Besok, Kamis (20/8/2026), DPD PJI Kaltim periode 2026–2030 akan dikukuhkan dan dilantik di Gedung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Kemakmuran, Samarinda.
Agenda pengukuhan dijadwalkan berlangsung, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Kehadiran Ketua Umum PJI Pusat di Samarinda, sekaligus menandai momentum konsolidasi organisasi dan penguatan barisan jurnalis di Kalimantan Timur.
Bagi PJI, pelantikan kepengurusan baru tidak sekadar seremoni organisasi.
Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme, integritas serta solidaritas para jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kalimantan Timur sendiri, memiliki posisi strategis dalam perkembangan nasional.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), membuat berbagai dinamika di provinsi ini mendapat perhatian luas, baik dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat maupun media massa.
Kondisi tersebut, menuntut pers menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.
Jurnalis dituntut mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang dan berdasarkan fakta, sekaligus tetap menjaga independensi serta kepentingan publik.
PJI menilai keberadaan organisasi profesi menjadi penting, untuk memperkuat kapasitas dan kebersamaan wartawan.
Organisasi tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga marwah profesi serta kehidupan pers yang sehat.
Ketua Umum PJI Hartanto Boechori mengajak seluruh wartawan, anggota PJI, mitra organisasi dan sahabat pers di Kalimantan Timur menghadiri agenda pengukuhan tersebut.
“Datang, bersilaturahmi, bersatu, dan saksikan langsung lahirnya kepengurusan baru PJI Kaltim periode 2026–2030,” kata Hartanto.
Dia juga mengajak seluruh keluarga besar PJI di Kaltim, menunjukkan soliditas organisasi.
Menurut Hartanto, PJI harus mampu membuktikan diri sebagai barisan jurnalis profesional, yang menjunjung tinggi integritas dan menjaga kehormatan pers.
“Kepada seluruh keluarga besar PJI di Kalimantan Timur, kepada para wartawan, kepada anggota PJI, kepada para mitra PJI dan sahabat pers, mari hadir di acara pengukuhan PJI Kaltim di Samarinda. Tunjukkan bahwa PJI bukan sekadar nama. PJI adalah barisan jurnalis profesional yang menjunjung integritas,” ujarnya.
Hartanto menegaskan, pers juga memiliki peran dalam mengawal perjalanan pembangunan daerah.
Terlebih, Kaltim kini menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional melalui keberadaan IKN.
“Barisan yang menjaga marwah pers, dan barisan yang siap mengambil bagian dalam perjalanan besar Kalimantan Timur dan pembangunan IKN,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPD PJI Kaltim terpilih Jerison Togelang menyambut kedatangan Ketua Umum PJI Pusat, sebagai energi baru bagi jajaran organisasi di daerah.
Dia berharap, momentum pelantikan menjadi titik awal untuk memperkuat persatuan seluruh anggota PJI di Kaltim.
“Dari Kalimantan Timur semangat Persatuan Jurnalis Indonesia kita kuatkan. Pimpinan tertinggi kita, Ketua Umum PJI, Bapak Hartanto Boechori bersama Ibu Susy telah tiba. Dari Samarinda PJI Kaltim dikukuhkan,” kata Jerison.
Dia mengajak seluruh keluarga besar PJI untuk hadir dan merapatkan barisan dalam agenda yang akan digelar besok.
Konsolidasi dinilai penting, untuk membangun organisasi yang solid serta mampu memberikan kontribusi terhadap kehidupan pers di Kalimantan Timur.
“Sekarang giliran seluruh keluarga besar PJI saya harapkan merapatkan barisan. Sampai jumpa di Samarinda. Salam PJI, Persatuan Jurnalis Indonesia. PJI Penegak Pilar Demokrasi,” pungkasnya. (INR/NZR)














