NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (DPD PJI Kaltim) mematangkan langkah menuju pelantikan kepengurusan melalui Sidang Pleno Konsolidasi dan Finalisasi Kepengurusan yang digelar di Samarinda, Kamis (6/8/2026) malam.
Forum tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk penetapan jadwal pelantikan pengurus yang disepakati akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2026.
Sidang pleno yang berlangsung dalam suasana demokratis itu menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal organisasi, sekaligus merampungkan struktur kepengurusan sebagai landasan menjalankan roda organisasi ke depan.
Selain membahas finalisasi kepengurusan, forum juga menjadi wadah menyamakan persepsi seluruh pengurus dalam membangun organisasi profesi yang semakin solid, profesional, dan berintegritas.
Ketua DPD PJI Kalimantan Timur, Jerison Togelang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pimpinan sidang, dan peserta yang telah berpartisipasi aktif sehingga seluruh agenda sidang dapat diselesaikan dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan sidang pleno menunjukkan kuatnya komitmen seluruh pengurus dalam membangun organisasi melalui semangat musyawarah dan kebersamaan.
“Sidang pleno malam ini berjalan dengan baik dan lancar. Ada beberapa poin penting yang berhasil kita rampungkan. Yang paling utama adalah tercapainya kesepakatan bersama terkait berbagai agenda organisasi, termasuk rencana pelantikan pengurus yang disepakati akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2026,” ujar Jerison.
Ia menambahkan, kesepakatan yang dicapai dalam sidang pleno menjadi modal penting bagi DPD PJI Kaltim, untuk terus memperkuat eksistensinya sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi profesionalisme, independensi, serta etika jurnalistik.
Di sisi lain, Sekretaris DPD PJI Kaltim, Tommy Simanjuntak, S.H., menjelaskan bahwa finalisasi kepengurusan melalui mekanisme sidang pleno merupakan bentuk legitimasi organisasi, sebelum memasuki tahapan pelantikan.
Menurutnya, pengesahan struktur kepengurusan melalui forum resmi menjadi langkah penting, agar tidak lagi muncul perbedaan pandangan maupun klaim terhadap kepengurusan organisasi di kemudian hari.
“Melalui sidang pleno ini kita telah memfinalisasi kepengurusan sekaligus menetapkannya secara organisasi, dan ini menjadi bentuk legitimasi agar ke depan tidak ada lagi saling klaim terhadap kepengurusan,” katanya.
Tommy menegaskan, PJI Kaltim akan terus berupaya memperkuat organisasi melalui peningkatan kualitas pembinaan profesi jurnalistik, sekaligus memperhatikan kesejahteraan anggotanya.
Ia menilai organisasi profesi harus mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota untuk meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“PJI ke depan harus tumbuh menjadi organisasi yang lebih hebat, berkomitmen terhadap kesejahteraan anggota, serta terus meningkatkan pembinaan organisasi profesi agar semakin baik,” ujarnya.
Selain penguatan internal, DPD PJI Kaltim juga berkomitmen mempererat sinergi dengan Pemerintah Daerah, dalam meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang profesional, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Organisasi berharap dapat menjadi mitra strategis, dalam mengawal berbagai program pembangunan di Kaltim melalui fungsi kontrol sosial yang dijalankan insan pers.
“Kami berharap pemerintah juga dapat memberikan dukungan terhadap penguatan literasi pemberitaan di Kaltim. PJI siap menjadi mitra yang mengawal berbagai program pembangunan melalui pemberitaan yang bertanggung jawab dan berimbang,” pungkas Tommy Simanjuntak. (INR/NZR)














