NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam meningkatkan akses transportasi perkotaan terus berlanjut.
Salah satu program strategis yang akan direalisasikan adalah pembangunan jembatan baru di kawasan pusat Kota Tenggarong, tepatnya di atas anak Sungai Mahakam, menghubungkan Jalan Kartini dan Jalan Monumen Barat.
Langkah ini, diambil sebagai solusi permanen menggantikan rencana rehabilitasi Jembatan Besi yang sebelumnya direncanakan.
Namun, karena nilai historis dan statusnya sebagai cagar budaya, Pemkab Kukar memutuskan untuk mempertahankan jembatan lama, dan membangun jalur alternatif tanpa harus membongkar warisan sejarah tersebut.
“Pemerintah tidak ingin merusak atau mengubah bentuk dari Jembatan Besi yang memiliki nilai sejarah bagi Kota ini,” ucap Kepala Dinas PU Kukar Wiyono, Jum’at (21/6/2025).
“Solusinya adalah membangun jembatan baru yang berfungsi, sebagai akses pengganti,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur penghubung, proyek ini juga disertai dengan penataan menyeluruh di kawasan pinggir sungai.
Taman dan ruang publik akan dibangun bersamaan dengan jembatan, agar lingkungan sekitar menjadi lebih tertata dan nyaman.
“Selama ini area di sekitar Jembatan Besi terlihat kumuh, maka Kami kombinasikan pembangunan jembatan dengan penataan kawasan sungai,” jelasnya.
“Jadi ketika proyek rampung, jembatan dan taman bisa langsung dimanfaatkan bersamaan,” tambah Kadis PU Kukar Wiyono.
Wiyono memastikan seluruh proses akan dilakukan terpadu untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Ia menegaskan, pekerjaan akan dirancang agar tidak menimbulkan buka-tutup jalan yang mengganggu mobilitas harian warga.
“Kami ingin pembangunan berjalan efektif, tidak terhenti di tengah jalan, dan tidak menyulitkan masyarakat, maka pengerjaan jembatan dan penataan kawasan akan dilakukan sekaligus,” terangnya.
Selain mendukung kelancaran lalu lintas, jembatan baru ini juga menjadi bagian dari penguatan infrastruktur penunjang pariwisata di Tenggarong.
Dengan adanya jalur tambahan, akses menuju pusat kegiatan masyarakat menjadi lebih lancar terutama saat digelarnya agenda besar daerah.
“Kami harap dengan hadirnya jembatan ini, kemacetan di wilayah Kota bisa dikurangi, dan kawasan pusat Kota menjadi lebih tertata serta layak sebagai tujuan wisata,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)















