banner 728x90

banner 728x90

Infrastruktur Air Diperkuat, SDA PU Kukar Sasar Kawasan Pertanian Strategis.

Foto IST

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur di tiga sektor utama: jaringan irigasi, pendukung pertanian, dan pengendalian banjir, seluruh kegiatan ditargetkan rampung pada November 2025.

Kepala Bidang SDA PU Kukar, Awang Agus Sabandi, menyatakan bahwa pembangunan kanal pengendali banjir di depan Taman Kota Raja Tenggarong menjadi salah satu prioritas, yang saat ini dalam tahap pelaksanaan.

“Pembangunan kanal ini, penting untuk mengurangi genangan di pusat kota, terutama saat musim hujan,” kata Awang saat dikonfirmasi, Senin (2/6/2025).

Selain kanal banjir, PU Kukar juga membangun sistem drainase di kawasan Loa Ipuh, Jalan Mawar, dan beberapa titik lain yang selama ini rawan tergenang.

Proyek drainase tersebut, dilaksanakan bersamaan dengan pengerjaan infrastruktur irigasi yang menyasar lima kawasan pertanian strategis.

“Kami telah menetapkan lima wilayah pertanian berdasarkan surat edaran dan kesepakatan resmi pemerintah daerah, dan ini jadi dasar untuk pelaksanaan pembangunan irigasi tahun ini,” ujarnya.

PU Kukar menargetkan sistem irigasi yang dibangun, mampu meningkatkan efektivitas distribusi air ke lahan pertanian masyarakat.

Menurut Awang, jaringan irigasi yang tertata akan membantu petani mengelola kebutuhan air, khususnya saat musim kering.

“Jika distribusi air terjamin, produktivitas pertanian masyarakat juga ikut naik,” tegasnya.

Meski beberapa pekerjaan telah berjalan, sebagian kegiatan lain masih dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Awang memastikan bahwa, proyek yang sudah berkontrak langsung dilaksanakan tanpa penundaan.

“Semua kegiatan yang sudah kontrak langsung Kami jalankan, dan sisanya masih menunggu proses PBJ rampung,” jelasnya.

Dinas PU Kukar menargetkan seluruh proyek selesai paling lambat bulan November 2025, sesuai dengan batas waktu kontrak yang telah ditetapkan bersama penyedia jasa konstruksi.

Namun, Awang menyebut tantangan cuaca menjadi salah satu hambatan lapangan yang cukup krusial.

“Intensitas hujan cukup tinggi, terutama di Tenggarong dan Tenggarong Seberang, tentunya ini berpengaruh pada kelancaran pekerjaan di lokasi,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan dan memastikan semua kegiatan berjalan, sesuai spesifikasi teknis dan waktu pelaksanaan.

“Kami tetap awasi progres di lapangan. Meski ada kendala cuaca, pekerjaan tetap jalan,” tegasnya.

Proyek-proyek SDA ini, merupakan bagian dari program pembangunan strategis daerah yang bertujuan memperkuat ketahanan air, meningkatkan produktivitas pertanian, dan menanggulangi banjir di wilayah Kukar.

Pemerintah Daerah berharap, infrastruktur yang dibangun memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

“Infrastruktur ini bukan hanya proyek tahunan, tapi solusi permanen atas masalah air dan pertanian di Kukar,” tutup Awang. (Adv-DPU Kukar/INR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90