banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Gelar Penguatan Demokrasi Daerah,Anggota DPRD Kaltim H. Abdulloh Harapkan Peningkatan Partisipasi Politik Warga Balikpapan.

Nawalapost.com, BALIKPAPAN, – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), H. Abdulloh S.Sos ME, telah mengadakan kegiatan “Penguatan Demokrasi Daerah” di Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan, Minggu (16/2/2025) malam.

Kegiatan ini bertujuan, untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kesadaran politik masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses demokrasi, khususnya Pemilu dan Pilkada.

Dalam acara tersebut, H. Abdulloh menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran mereka, dalam Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat.

Ia mengingatkan bahwa pemilihan umum bukan hanya soal memilih pada hari H, tetapi juga berfungsi untuk menentukan arah kebijakan negara yang akan datang.

“Pemilu adalah alat bagi rakyat untuk menyalurkan aspirasi mereka, dan suara rakyat sangat menentukan arah kebijakan pemerintah,” ujar Abdulloh.

Dua narasumber yang hadir dalam acara ini, M. Bayu Septian dari Kesbangpol BPP dan Fauzi Adi Firmansyah, anggota DPRD Balikpapan, turut memberikan penjelasan terkait pentingnya partisipasi politik warga.

Fauzi mengingatkan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang dijamin oleh undang-undang untuk berpartisipasi dalam pemilu.

Menurutnya, hal ini diatur dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memilih dan dipilih dalam pemilihan umum.

“Hak ini adalah bagian dari hak dasar yang harus dijaga untuk memperkuat demokrasi kita,” kata Fauzi.

Selain itu, Fauzi menekankan pentingnya pemahaman terhadap asas LUBERJURDIL (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil) yang menjadi prinsip dasar dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia.

Asas tersebut, menurutnya, harus dijaga agar Pemilu dapat berjalan dengan jujur dan adil tanpa adanya penyimpangan.

“Asas LUBERJURDIL menjadi dasar utama pelaksanaan Pemilu yang demokratis. Setiap warga negara harus memahami prinsip ini untuk memastikan bahwa demokrasi kita tetap terjaga,” lanjut Fauzi.

M. Bayu Septian, yang juga hadir sebagai narasumber, menambahkan bahwa hak warga negara dalam Pemilu tidak hanya terbatas pada pemberian suara.

Ia menegaskan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya Pemilu.

“Masyarakat bisa berperan aktif dengan memantau tahapan pemilu, melaporkan pelanggaran yang terjadi, dan terlibat dalam pendidikan politik untuk memastikan Pemilu yang bersih,” ujar Bayu.

Lebih lanjut, H. Abdulloh mengungkapkan bahwa kegiatan “Penguatan Demokrasi Daerah” ini, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran lebih banyak warga akan pentingnya berpartisipasi dalam Pemilu dan Pilkada.

Ia juga menyarankan agar generasi muda tidak lagi memandang politik sebagai hal yang membosankan, tetapi sebagai kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun daerah.

“Masyarakat, khususnya pemuda, harus menyadari bahwa partisipasi mereka dalam Pemilu, sangat menentukan masa depan bangsa,” ucapnya.

“Jangan sampai ada yang memilih untuk golput karena itu dapat memengaruhi masa depan kita,” kata H. Abdulloh.

Acara ini juga, mengingatkan kembali tentang hak dan kewajiban warga negara dalam pemilihan umum.

Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya kesadaran, untuk menggunakan hak suara dengan bijak, serta menghindari sikap apatis terhadap proses demokrasi yang berlangsung.

Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang demokrasi dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam proses politik.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat bahwa Pemilu dan Pilkada bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi sebagai sarana yang sangat penting dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan pemerintah di masa depan.(DNA)

banner 728x90