banner 728x90

banner 728x90

DPU Kukar Tegaskan Pembangunan Jembatan Sebulu Tak Bisa Sembarangan, Hindari Potensi Bahaya.

Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti Tinjauan ke jembatan Sebulu

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus mengupayakan kelanjutan pembangunan Jembatan Sebulu tahap kedua.

Proses pengadaan saat ini memasuki tahapan lelang ketiga, menyusul dua tender sebelumnya yang belum berhasil mendapatkan kontraktor pelaksana.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa lelang pertama dilakukan sebelum efisiensi anggaran diberlakukan.

“Setelah dilakukan penyesuaian menjadi Rp138 miliar, proses tender kedua juga tidak membuahkan hasil,” lanjutnya, saat di wawancarai di ruang kerjanya,” Rabu (4/6/2025) siang.

“Saat ini tahapan lelang ketiga sedang berjalan. Jika berjalan lancar, penandatanganan kontrak ditargetkan dapat dilaksanakan pada akhir Juni atau awal Juli 2025,” ujar Linda.

Anggaran senilai Rp138 miliar tersebut, lanjutnya, difokuskan sepenuhnya untuk kegiatan fisik, seperti pembangunan jalan pendekat dari arah Desa Sebulu Modern serta pemasangan girder jembatan.

Meski proyek belum sepenuhnya tuntas, sebagian pekerjaan telah dilakukan sebelumnya dalam masa kontrak terdahulu.

Linda menambahkan bahwa DPU Kukar sebelumnya mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp380 miliar, untuk tahun 2025.

Usulan tersebut, bertujuan mempercepat penyelesaian seluruh jalan pendekat, dan membuka peluang dimulainya pembangunan bentang tengah jembatan, pada tahun anggaran berikutnya.

Namun, rencana pembangunan bagian utama jembatan yang melintasi Sungai Mahakam, masih menghadapi kendala perizinan dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Balai Wilayah Sungai.

Menurut Linda, pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan badan sungai, harus memenuhi ketentuan teknis yang ditetapkan oleh kementerian terkait.

“Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan, dan proses ini membutuhkan waktu,” katanya.

“Tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, karena menyangkut keselamatan, dan dampak jangka panjang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi, dengan merujuk pada kejadian di Jembatan Mahakam yang pernah ditabrak kapal, serta kerusakan struktur Jembatan Martadipura akibat aktivitas pertambangan.

“Kami belajar dari pengalaman tersebut. Maka, kehati-hatian dalam setiap proses menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Linda pun mengajak masyarakat, untuk turut mendukung kelancaran proses pembangunan ini.

Ia menekankan bahwa, dukungan publik sangat dibutuhkan mengingat dinamika lapangan kerap berbeda dari rencana awal.

“Proyek ini adalah upaya bersama.m, dan Kami mohon doa dan dukungan masyarakat, agar pelaksanaannya berjalan lancar sesuai harapan,” tutupnya. (Adv-DPU Kukar/INR)

banner 728x90