NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Kartanegara (Kukar) sedang melaksanakan program pemeliharaan jaringan irigasi permukaan yang menghubungkan daerah irigasi Kejawi menuju Lamin Datu, Kecamatan Tenggarong. Kamis(22/8/2024)
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Awang Agus, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan, untuk meningkatkan hasil pertanian serta mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut, dengan rencana berlanjut hingga Desember 2024.
Awang Agus menyoroti pentingnya pemeliharaan irigasi, terutama pada musim tanam ketika para petani sangat bergantung pada hujan.
“Kegiatan ini, diharapkan dapat mengatasi tantangan yang dihadapi petani dalam mendapatkan pasokan air yang cukup untuk lahan mereka,” ucapnya.
“Kondisi irigasi yang baik, akan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pertanian,” katanya.
Program ini, merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2022-2026, yang berfokus pada penguatan infrastruktur pertanian.
“Kami berkomitmen untuk memastikan akses yang optimal terhadap sumber daya air bagi petani di Kukar,” tambah Awang, yang juga mengungkapkan bahwa pendanaan akan bersumber dari APBD Perubahan 2024.
Awang juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur irigasi.
“Kami berharap keterlibatan petani dalam proses pemeliharaan dapat meningkatkan efektivitas program ini,” ujarnya, menekankan pentingnya peran petani dalam keberhasilan proyek.
Dalam pelaksanaan program, DPU Kukar akan memberikan pelatihan serta edukasi kepada petani mengenai cara merawat sistem irigasi dengan baik.
Melalui pendekatan ini, diharapkan petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam pemeliharaan infrastruktur yang ada.
Dengan rencana pemeliharaan yang komprehensif, DPU Kukar optimis bahwa dampak positif akan segera terlihat pada hasil pertanian di Kecamatan Tenggarong.
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan, sehingga Kukar dapat lebih mandiri dalam urusan pertanian.
Kegiatan ini, sedang berlangsung hingga akhir tahun 2024, menegaskan komitmen jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani setempat. (ADV/DPU_KUKAR/INR)















