NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Bidang Bina Konstruksi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi yang berkualitas dan tersertifikasi.
Hal ini dibuktikan dengan digelarnya rapat lanjutan pembahasan kegiatan pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), dan peningkatan kelembagaan, yang berlangsung di ruang rapat Bidang Bina Konstruksi, Jumat, (13/6/2025).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Bina Konstruksi, Sofyar Ardani, dan turut dihadiri oleh pejabat fungsional serta staf teknis, antara lain Yulius selaku JF. PJK, Yudha, Yanti, dan Sriwati, serta mitra teknis dari pihak eksternal, Julfi Adrian Nugraha dan Aries.
Dalam keterangannya, Sofyar Ardani menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi yang dirancang untuk tahun 2025 merupakan langkah konkret Pemerintah Daerah, dalam meningkatkan mutu dan daya saing tenaga kerja jasa konstruksi.
“Kami menyiapkan tiga kelas pelatihan yang menyasar 100 peserta, dan ini bagian dari proses pembinaan sekaligus akselerasi peningkatan kompetensi,” ujarnya.
Pelatihan tersebut akan difokuskan pada dua bidang utama, yakni Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta bidang jalan atau bina marga.
Setiap kelas nantinya akan menyesuaikan jenjang kualifikasi, mulai dari jenjang 3 hingga jenjang 6.
Kelas ini ditujukan bagi tenaga kerja tingkat menengah hingga mahir, agar mampu memenuhi standar teknis dan keselamatan yang ditetapkan secara nasional.
Sementara untuk jenjang awal, yakni jenjang 1 dan 2, direncanakan akan dilaksanakan langsung di lapangan (on site).
Metode ini dinilai lebih efektif, karena mendekatkan proses pelatihan dengan realitas kerja di proyek konstruksi, serta menjangkau lebih banyak tenaga kerja di wilayah operasional proyek.
Lebih lanjut, Sofyar menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan dan bimtek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan pada penguatan kelembagaan jasa konstruksi di daerah.
“Kita ingin tenaga kerja kita tak hanya cakap di lapangan, tapi juga memiliki pengakuan resmi lewat sertifikasi, dan ini penting untuk menjamin mutu pelaksanaan konstruksi serta keselamatan kerja di setiap proyek,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan pelaksanaan yang terstruktur, sistematis, dan terintegrasi dengan program nasional, pembinaan tenaga kerja konstruksi ini, akan menjadi pilar penting dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur daerah.
Terlebih, tantangan pembangunan ke depan menuntut kecepatan, kualitas, dan keselamatan yang tidak bisa ditawar.
“Pelatihan dan sertifikasi ini, adalah bentuk tanggung jawab Kami dalam memastikan pembangunan di Kukar berjalan dengan dukungan SDM yang profesional, berdaya saing, dan tersertifikasi secara sah,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)















