NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (PU Kukar) melalui Bidang Bina Konstruksi kembali mengupayakan peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi di daerah.
Salah satu langkah konkret yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, adalah kegiatan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi jenjang ahli (jenjang 7) yang dibiayai melalui Dana Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Bidang Bina Konstruksi PU Kukar, Sofyar Ardani, mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan ini semula dijadwalkan pada 23 hingga 26 Juni 2025, namun mengalami penyesuaian jadwal menjadi tanggal 30 Juni 2025.
“Ada penyesuaian waktu dari Provinsi, sehingga kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini akan mulai dilaksanakan pada tanggal 30 Juni mendatang,” jelasnya.
Pelatihan ini akan berlangsung selama empat hari. Tiga hari pertama difokuskan pada pemberian materi teknis kepada peserta, sementara hari keempat akan digunakan untuk pelaksanaan uji kompetensi.
Program ini menyasar tenaga kerja konstruksi pada jenjang 7, yang tergolong dalam kategori tenaga ahli.
“Pelatihan jenjang 7 termasuk dalam ranah Provinsi, karena Provinsi menangani pelatihan untuk jenjang 7, 8, dan 9,” ucapnya saat di wawancarai media ini, Jum’at (20/6/2025).
“Maka kegiatan ini, menjadi bagian dari program pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim,” kata Sofyar.
Meskipun pelaksanaannya dipusatkan di Kabupaten Kukar, peserta pelatihan tidak terbatas dari Kukar saja.
Sesuai ketentuan Dana Provinsi, peserta wajib memiliki KTP Kaltim.
Hal ini membuka peluang bagi tenaga kerja dari Kabupaten/Kota lain di Kaltim, untuk turut serta, meski pelaksanaannya berlokasi di Kukar.
Namun demikian, lanjut Sofyar, pelatihan ini juga menjadi kesempatan besar bagi masyarakat Kukar sendiri, untuk meningkatkan kemampuan dan memperoleh pengakuan formal melalui sertifikasi keahlian.
“Karena pelaksanaannya di Kukar, tentu Kami berharap peserta dari Kukar dapat mendominasi dan memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” ungkapnya.
Sofyar Ardani menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini, menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM konstruksi daerah yang kompeten, tersertifikasi, dan siap menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur ke depan.
“Kami sangat mendorong partisipasi aktif para pelaku jasa konstruksi lokal, untuk mengikuti program ini, demi menciptakan tenaga ahli konstruksi yang profesional dan diakui secara hukum,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)















