NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara memastikan pembangunan Jembatan Sebulu tahap dua tetap berjalan, meski anggarannya dipotong lebih dari separuh.
“Anggaran dipangkas dari Rp300 miliar menjadi Rp130 miliar, Tapi proyek ini tidak bisa dihentikan. Jembatan ini krusial bagi mobilitas masyarakat,” kata Kepala Bidang Bina Marga, Linda Juniarti di ruang kerjanya, Rabu (4/6/2026).
Linda menyebut proyek ini, tetap masuk prioritas karena menjadi penghubung vital antarwilayah di Kukar.
Ia mengakui pemangkasan berdampak pada jadwal dan teknis pengerjaan.
Pemerintah sebelumnya menargetkan pembangunan rampung dalam dua tahun.
Namun, proses lelang tahap pertama gagal, karena tidak ada peserta yang memenuhi syarat.
“Kami sudah masuk lelang tahap kedua, dan kalau tidak selesai tahun ini, pekerjaan dilanjutkan sampai 2026,” ujar Linda.
Dinas PU menerapkan strategi efisiensi dalam teknis pembangunan agar kualitas tidak turun.
Menurut Linda, pengerjaan dilakukan bertahap, sambil mengatur ulang sejumlah paket proyek lainnya.
“Kami tetap jaga kualitas, meski anggaran terbatas, manfaatnya harus tetap dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tutupnya.
Jembatan Sebulu diproyeksikan menjadi jalur utama, yang mendukung kelancaran distribusi, akses layanan, serta pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan tengah Kukar. (Adv-DPU Kukar/INR)















