NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) harus terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan watak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
Menurutnya, GEMA merupakan program positif yang telah berjalan cukup lama dan memiliki peran penting dalam membentuk karakter aparatur, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan. Karena itu, keberlanjutan program tersebut perlu dijaga agar manfaatnya tetap dirasakan oleh ASN di lingkungan pemerintahan daerah.
“Gerakan Etam Mengaji merupakan gerakan yang sangat baik dan sudah berjalan cukup lama di Kukar. Program ini harus kita kawal keberlangsungannya karena menjadi salah satu cara untuk menjaga dan membangun karakter serta watak ASN,” ujar Aulia, Minggu (25/10/2025).
Ia menjelaskan, penguatan nilai keagamaan bagi aparatur juga pernah diterapkan melalui persyaratan kemampuan membaca kitab suci bagi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saat mengambil atau memperpanjang surat keputusan (SK). Persyaratan tersebut disesuaikan dengan agama yang dianut masing-masing pegawai.
Bagi pegawai beragama Islam, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu persyaratan. Sementara itu, pegawai beragama Kristen, Katolik, maupun pemeluk agama lainnya mengikuti ketentuan yang disesuaikan dengan kitab suci dan ajaran agama masing-masing.
Ia menegaskan, keberlanjutan program-program positif merupakan tanggung jawab kepemimpinan saat ini. Menurutnya, kebijakan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan pemerintahan perlu diteruskan sebagai bagian dari kesinambungan pembangunan daerah.
“Ini menjadi tanggung jawab kami yang melanjutkan kepemimpinan di daerah untuk meneruskan hal-hal baik yang telah dilakukan para pemimpin terdahulu di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Selain penguatan karakter ASN melalui GEMA, ia juga menyoroti capaian Kukar dalam bidang keagamaan, khususnya pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Kukar sebelumnya berhasil meraih gelar juara umum sebanyak enam kali berturut-turut sebelum prestasi tersebut terhenti pada pelaksanaan terakhir di Kabupaten Kutai Timur.
Meski belum berhasil mempertahankan gelar juara umum pada penyelenggaraan terakhir, Aulia optimistis Kukar dapat kembali menunjukkan prestasi terbaik. Terlebih, Kabupaten Kukar dijadwalkan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2026.
“Insyaallah, pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Kukar pada Desember mendatang, kita siap kembali berjuang untuk menjadi juara umum,” pungkasnya.
Maka dari itu, ia berharap, keberlanjutan GEMA dan pembinaan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan persiapan MTQ. Dengan demikian, penguatan nilai spiritual di lingkungan pemerintahan juga dapat mendukung upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi Kukar di bidang keagamaan.(Adv/diskominfokukar/Don)













