Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Bupati Kukar Ingatkan Pejabat Baru, Jabatan Adalah Amanah dan Tanggung Jawab

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, meminta pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Hal ini diperlukan agar roda organisasi pemerintahan dapat berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Pesan tersebut disampaikan Aulia saat pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong.

Aulia menegaskan, jabatan yang diberikan kepada setiap pejabat merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Sebab, keberadaan pejabat bukan sekadar mengisi posisi dalam struktur organisasi, melainkan memiliki peran penting dalam menggerakkan pemerintahan.

“Amanah ini hanya akan menjadi sebuah jabatan kosong belaka ketika Bapak dan Ibu tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Aulia, Jum’at (6/11/2026).

Menurutnya, masyarakat menantikan hasil kerja nyata dari setiap aparatur pemerintah. Karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta tidak berlama-lama dalam proses penyesuaian diri, termasuk segera membangun koordinasi dengan jajaran di lingkungan kerja masing-masing.

Aulia juga meminta proses serah terima jabatan segera dituntaskan agar para pejabat dapat langsung menjalankan tugas. Terlebih, pemerintah daerah mulai mempersiapkan penyusunan anggaran 2027 yang membutuhkan kecermatan dalam menentukan program dan kegiatan.

Aulia mengingatkan agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun perencanaan berdasarkan tugas pokok dan fungsi serta selaras dengan arah pembangunan dalam visi Kukar Idaman Terbaik.

Selain peningkatan kinerja, Aulia menyoroti pentingnya komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Berdasarkan evaluasi tingkat kepuasan masyarakat, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama terkait penyampaian informasi mengenai program dan kebijakan pemerintah daerah.

Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi pemerintah. Namun, masyarakat juga membutuhkan penjelasan yang terbuka agar dapat memahami kendala maupun tahapan pelaksanaan program pembangunan.

“Komunikasi seperti inilah yang saya harapkan dimiliki oleh teman-teman aparatur sipil negara kita. Masyarakat membutuhkan penjelasan-penjelasan itu,” ujarnya.

Aulia turut meminta seluruh OPD lebih terbuka terhadap media massa. Menurut Aulia, aparatur pemerintah tidak seharusnya menghindari wartawan karena media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai program, kebijakan, dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Bahkan, ia berharap setiap OPD mulai 2027 dapat memproduksi minimal dua berita dalam satu minggu mengenai kegiatan dan program di lingkungan kerjanya. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat keterbukaan informasi sekaligus membangun citra positif pemerintah daerah.

“Bapak dan Ibu harus media friendly. Bukan zamannya lagi untuk menghindari kawan-kawan wartawan. Bernarasi dengan baik. Narasi akan baik kalau kita punya data dengan baik,” tegasnya.

Aulia menambahkan, perilaku dan kualitas pelayanan seluruh aparatur akan menjadi cerminan kepemimpinan pemerintah daerah di mata masyarakat. Karena itu, ia meminta pejabat yang baru dilantik membangun komunikasi, memperkuat kerja sama, serta menciptakan tim kerja yang solid.

Aulia berharap seluruh pejabat mampu menjalankan amanah dengan optimal sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap program pemerintah, meskipun daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Tidak ada jabatan yang tidak penting. Semua jabatan itu penting karena jabatan dibuat untuk menggerakkan roda organisasi dan organisasi berbuat untuk mencapai target kinerja yang sudah kita tetapkan sebelumnya,” tutupnya.(Adv/diskominfokukar/Don)

banner 728x90