Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Disketapang Kukar Tetap Gencarkan Edukasi Gizi B2SA, Program Makan Telur dan Susu Disesuaikan

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menjalankan edukasi pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui. Meski pelaksanaan kegiatan fisik seperti gerakan makan telur dan minum susu dikurangi, promosi dan sosialisasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi tetap dilanjutkan.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan penyesuaian volume kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. Pemerintah daerah tetap mendorong masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat melalui kampanye dan kegiatan edukasi yang melibatkan berbagai kelompok sasaran.

“Kegiatan seperti gerakan makan telur, minum susu, dan edukasi Isi Piringku melalui pola pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman atau B2SA masih tetap kami laksanakan,” ujar Ananias, Rabu (4/11/2026).

Dalam pelaksanaannya, Disketapang Kukar bekerja sama dengan Posyandu, kader Posyandu, pemerintah desa, dan sekolah. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menyampaikan pengetahuan mengenai pemenuhan gizi sejak dini, terutama kepada anak-anak yang masih membutuhkan pembiasaan pola makan sehat.

“Salah satu kegiatan kami adalah B2SA Go to School, yakni memperkenalkan pola makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman kepada anak-anak di sekolah, terutama tingkat SD dan SMP,” jelasnya.

Ananias menyebutkan, edukasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak dalam mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi. Salah satu perhatian yang diberikan adalah kebiasaan anak yang cenderung kurang menyukai sayuran, sehingga diperlukan pemahaman mengenai manfaat sayur, buah, protein, dan zat gizi lainnya bagi pertumbuhan.

“Kita tahu bahwa anak-anak cenderung kurang menyukai sayur. Karena itu, kami memberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi sayur, buah, sumber protein, dan berbagai zat gizi lainnya,” tuturnya.

Meski demikian, keterbatasan sumber daya membuat pelaksanaan edukasi belum dapat menjangkau seluruh lokasi dan wilayah di Kukar. Disketapang tetap berupaya memanfaatkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait agar pesan mengenai pola konsumsi pangan sehat dapat diterima masyarakat secara bertahap.

Penyesuaian kegiatan juga dilakukan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak-anak sekolah. Dengan adanya program tersebut, Disketapang Kukar lebih memusatkan perhatian pada penguatan pemahaman mengenai pola makan sehat daripada kegiatan yang berfokus pada penyediaan makanan secara langsung.

“Karena kebutuhan makan dan minum sudah tercakup dalam program MBG, kami lebih menekankan edukasi dan sosialisasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemahaman mengenai pola pangan B2SA tetap penting bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu menerapkan kebiasaan konsumsi pangan yang lebih beragam dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Jadi, kegiatan fisik yang berkaitan dengan penyediaan makanan kami kurangi, sedangkan edukasinya tetap kami dorong,” pungkasnya.

Melalui program edukasi B2SA dan kerja sama dengan Posyandu, sekolah, serta pemerintah desa, Disketapang Kukar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi semakin meningkat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada ketersediaan bahan pangan, tetapi turut memperhatikan kualitas konsumsi masyarakat. (Adv/Diskominfo Kukar/Don)

banner 728x90