Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Disketapang Kukar Tingkatkan Kualitas Lumbung Pangan, Bidik Pasokan Beras Premium untuk MBG

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya meningkatkan kualitas produksi beras dari lumbung pangan masyarakat agar mampu menghasilkan beras premium. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan spesifikasi mesin penggilingan padi serta penguatan sarana, sumber daya manusia, dan kelembagaan pengelola lumbung pangan.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan saat ini terdapat sekitar 35 lumbung pangan yang telah dibangun dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Namun, mesin penggilingan yang tersedia masih menghasilkan beras medium sehingga perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan kualitas yang lebih tinggi.

“Memang spesifikasi mesin penggilingan padi yang tersedia saat ini baru mampu menghasilkan beras medium,” ujar Ananias, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, peningkatan kapasitas penggilingan akan dilakukan melalui pembaruan peralatan, termasuk pengadaan mesin sortir warna dan mesin pengayak. Peralatan tersebut dibutuhkan untuk membantu memilah kualitas serta menyesuaikan ukuran beras sehingga hasil produksi dapat memenuhi standar beras premium.

“Melalui program penguatan lumbung pangan, spesifikasi mesin tersebut akan kami tingkatkan atau *upgrade* supaya bisa menghasilkan beras premium,” jelasnya.

Ananias menyebut, peningkatan kualitas lumbung pangan tidak hanya berfokus pada pengadaan mesin. Disketapang Kukar juga melakukan inventarisasi terhadap 35 lumbung pangan untuk menentukan prioritas intervensi berdasarkan kesiapan kelembagaan, kemampuan sumber daya manusia, serta keberlangsungan rantai pasok dan pemasaran produk.

“Kami ingin memastikan kelembagaannya siap dan rantai pasoknya sudah berjalan dengan baik. Artinya, lumbung tersebut memang sudah beroperasi, menghasilkan beras, dan menjualnya kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain memperbaiki proses produksi, Disketapang Kukar mendorong pengelola lumbung pangan untuk meningkatkan kualitas pengemasan dan mengembangkan identitas produk lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing beras yang dihasilkan petani sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa.

“Harapan kami, ke depan setiap desa di Kutai Kartanegara bisa memiliki merek beras premium sendiri yang menggunakan nama desa masing-masing,” ungkap Ananias.

Dalam pemetaan awal, sejumlah wilayah menjadi bagian dari perhatian untuk penguatan lumbung pangan, di antaranya Desa Rapak Lambur, Desa Segihan, Desa Sebulu, Desa Giri Agung, serta Desa Sidoarjo di Kecamatan Anggana. Potensi pengembangan juga ditemukan di Sungai Payang, Sungai Pimping, dan Loa Duri Seberang yang dapat dipertimbangkan untuk peningkatan kapasitas produksi.

Ananias menegaskan, kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia menjadi faktor penting sebelum bantuan diberikan. Dukungan kepala desa serta masyarakat sekitar diperlukan agar pengelolaan lumbung pangan dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti setelah bantuan sarana disalurkan.

“Kalau hanya diberikan bantuan alat dan modal, tetapi sumber daya manusianya bermasalah, kegiatan itu juga tidak akan berjalan. Karena itu, perlu ada dukungan kepala desa dan masyarakat sekitar terhadap kelembagaan lumbung pangan,” pungkasnya.

Ke depan, peningkatan kualitas produksi tersebut diharapkan membuka peluang bagi lumbung pangan masyarakat untuk memasok kebutuhan beras premium bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan penguatan peralatan dan tata kelola, lumbung pangan desa diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kutai Kartanegara.(Adv/diskominfokukar/Don)

banner 728x90