Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Kukar Perluas Kawasan Pertanian, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Masih Perlu Pembenahan

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana menambah kawasan pengembangan pertanian dari lima menjadi tujuh kawasan. Dua lokasi yang menjadi perhatian adalah Palambur dan Jonggon, yang memiliki hamparan lahan pertanian lebih dari 1.000 hektare dan dinilai berpotensi dikembangkan dengan pendekatan kawasan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh. Rifani, mengatakan penambahan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan sektor pertanian. Selain memperluas kawasan, pemerintah daerah juga tetap memprioritaskan pembangunan dan pembenahan infrastruktur penunjang kegiatan petani.

“Ada penambahan dua kawasan, sehingga jumlahnya direncanakan bertambah dari lima menjadi tujuh kawasan. Dua lokasi yang menjadi perhatian adalah Palambur dan Jonggon,” ujar Rifani, Minggu (1/11/2026).

Ia menjelaskan, kedua lokasi tersebut bukan kawasan baru yang sepenuhnya belum dikembangkan. Palambur dan Jonggon sudah menjadi hamparan pertanian yang ada, sehingga pengembangan selanjutnya diarahkan untuk memperkuat potensi kawasan berdasarkan luasan lahan yang tersedia.

Khusus kawasan Jonggon, hamparan lahan pertaniannya telah mencapai lebih dari 1.000 hektare. Luasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penerapan pendekatan pengembangan berbasis kawasan. Palambur juga memiliki hamparan lahan yang melampaui 1.000 hektare.

“Kawasan tersebut sudah ada atau *existing*. Pendekatan pengembangan kawasan pertanian ini didasarkan pada luas hamparan lahan. Untuk kawasan yang luasnya sudah lebih dari 1.000 hektare, seperti Palambur dan Jonggon, pengembangannya dapat diarahkan melalui pendekatan kawasan,” jelasnya.

Menurut Rifani, pengembangan kawasan pertanian tidak hanya berkaitan dengan luas lahan, tetapi juga perlu didukung infrastruktur yang memadai. Karena itu, pembangunan dan pengembangan irigasi serta jalan usaha tani tetap menjadi perhatian Distanak Kukar untuk menunjang aktivitas petani, memperlancar akses menuju lahan, dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia mengakui, ketersediaan infrastruktur di kawasan pertanian saat ini masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan. Pembenahan tetap diperlukan agar dukungan terhadap kegiatan produksi pertanian dapat berjalan lebih optimal.

“Tentu masih membutuhkan pembenahan karena rasio ketersediaan infrastruktur yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan,” tutupnya.

Distanak Kukar menilai pengembangan kawasan dengan hamparan lahan yang luas perlu diikuti peningkatan sarana pendukung. Ketersediaan irigasi dan jalan usaha tani menjadi bagian penting agar lahan yang telah ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan aktivitas petani semakin lancar.

Melalui penambahan kawasan pengembangan pertanian serta pembenahan infrastruktur, Distanak Kukar berharap potensi lahan di Palambur dan Jonggon dapat dikembangkan secara lebih terarah. Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung pengembangan sektor pertanian di Kutai Kartanegara.(adv/diskominfokukar/don)

banner 728x90