NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah mengebut proyek pembangunan jembatan penghubung antara Desa Teluk Dalam dan Desa Jongkang.
Infrastruktur strategis ini menjadi bagian dari upaya percepatan konektivitas wilayah, dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2025.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengatakan bahwa proyek ini telah mengalami penyesuaian anggaran.
“Semula, dana yang dirancang untuk pembangunan jalan dan jembatan mencapai Rp1,2 triliun,” katanya, saat diwawancarai media ini, Selasa (3/6/2025).
“Namun, setelah proses efisiensi, total anggaran direvisi menjadi sekitar Rp900 miliar,” imbuhnya.
“Sebagian besar dana dialokasikan, untuk pembangunan jembatan, nilainya diperkirakan berkisar antara Rp600 hingga Rp700 miliar,” bebernya.
Linda menjelaskan, masa kontrak kerja telah dimulai sejak Januari dan akan berakhir pada Desember tahun ini.
Untuk fisik jembatan, estimasi waktu pelaksanaan dipatok sekitar 10 bulan, sedangkan pembangunan jalan ditargetkan rampung dalam kurun 8 hingga 10 bulan, bergantung kondisi di lapangan.
“Paling lambat 20 Desember semua pekerjaan harus sudah tuntas sesuai kontrak,” ujarnya.
“Namun, Kami usahakan agar pekerjaan jalan selesai lebih awal, agar bisa fokus pada tahap akhir pembangunan jembatan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran jembatan penghubung ini, tidak hanya menjadi janji pembangunan, tetapi juga kebutuhan mendesak masyarakat dalam mengakses layanan ekonomi, pendidikan, hingga transportasi antar wilayah.
Linda juga menyoroti pentingnya sinergi antar instansi dan partisipasi masyarakat, dalam mendukung kelancaran proyek.
Menurutnya, kelancaran teknis sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor yang solid.
“Kami harap seluruh pemangku kepentingan bisa ikut serta menjaga ritme pelaksanaan,” kata Linda.
“Jika semua berjalan sesuai rencana, pembangunan ini akan memberi manfaat besar bagi mobilitas warga, dan distribusi logistik,” tambahnya.
Pemerintah optimistis, jembatan dan jalan baru ini akan memperkuat konektivitas kawasan, menurunkan waktu tempuh antardesa, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata.
“Infrastruktur ini diharapkan, jadi pemicu percepatan pembangunan dan peningkatan layanan publik, di wilayah Kutai Kartanegara,” tutup Linda. (Adv-DPU Kukar/INR)















