NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membuka peluang kolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk mengoptimalkan Arbizz Space sebagai ruang bagi pelaku seni dan komunitas budaya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi kesenian tradisional untuk tampil di ruang publik dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Mohammad Saidar, mengatakan pihaknya belum melakukan koordinasi khusus terkait rencana pengembangan galeri seni atau Arbizz Space tersebut. Meski demikian, Disdikbud siap menjajaki kerja sama dengan Dinas Pariwisata agar program pengembangan seni dan kebudayaan dapat berjalan beriringan.
Menurut Saidar, Arbizz Space berpotensi dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan seni budaya. Keberadaan ruang publik semacam ini dapat menjadi wadah bagi sanggar seni untuk memperkenalkan kesenian tradisional sekaligus mendekatkan kebudayaan daerah kepada masyarakat.
“Untuk saat ini, kami memang belum berkoordinasi secara khusus. Namun, ke depan kami akan berupaya berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata agar Arbizz Space bisa dimanfaatkan sebagai ruang untuk menampilkan berbagai kegiatan seni dan kebudayaan,” ujar Saidar, Senin (26/10/2026).
Ia menambahkan, Disdikbud Kukar memiliki sejumlah program kebudayaan yang berpeluang disinergikan dengan agenda Dinas Pariwisata. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarkedua perangkat daerah diperlukan untuk menyelaraskan program serta menentukan bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama.
Selain melibatkan pemerintah, pengembangan Arbizz Space juga diharapkan memberi ruang partisipasi bagi komunitas seni dan budaya di Kukar. Menurut Saidar, daerah ini memiliki berbagai komunitas dengan potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkaya kegiatan kebudayaan di ruang publik.
“Kami berharap komunitas seni dan budaya bisa dilibatkan. Melalui kolaborasi ini, mereka memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam memajukan kebudayaan daerah,” tandasnya.
Pelibatan komunitas dinilai penting agar kegiatan seni budaya tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Partisipasi sanggar dan komunitas dapat menghadirkan lebih banyak ragam pertunjukan, sekaligus memberi kesempatan kepada para pelaku seni untuk menunjukkan karya dan menjaga keberlangsungan kesenian tradisional.
Disdikbud Kukar berharap rencana kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama. Dengan pemanfaatan ruang publik dan keterlibatan komunitas, Arbizz Space berpotensi menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan seni budaya lokal sekaligus memperkuat upaya pelestarian kebudayaan di Kutai Kartanegara.(Adv/diskominfokukar/Don)













