banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Turnamen Biliar PWI Kaltim Jadi Ajang Silaturahmi dan Jaring Talenta Baru.

NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Turnamen biliar bertajuk *Deadline, Headline, Bola 9* yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) di De Ale Billiard, Samarinda, tak sekadar menjadi ajang adu ketangkasan.

Kegiatan ini menjadi ruang mempererat hubungan antara wartawan dan mitra sekaligus membuka peluang lahirnya talenta baru di cabang olahraga biliar.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu diikuti 64 peserta. Mereka berasal dari anggota PWI se-Kaltim serta sejumlah perwakilan instansi pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan perusahaan yang menjadi mitra PWI.

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Nidya Listiyono, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Kaltim dan Wakil Gubernur Kaltim yang berhalangan hadir, karena sedang berada di luar daerah.

“Terima kasih saya sudah diundang. Salam hormat dari Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur. Beliau belum bisa hadir karena berada di luar kota,” kata Nidya, Jumat (28/8/2026) malam.

Menurut Nidya, kegiatan olahraga seperti turnamen biliar perlu terus dikembangkan dan menjadi bagian dari aktivitas positif masyarakat.

Ia mendorong PWI Kaltim untuk menjaga sinergi dengan pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan agar kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan-kegiatan semacam ini terus dilaksanakan. Tetap bersinergi dengan pemerintah, dengan stakeholder, dengan siapa pun yang mau memberikan dukungan untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Nidya juga berharap *Deadline, Headline, Bola 9* tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini. Ia ingin turnamen tersebut ke depan mampu menjangkau peserta dan komunitas yang lebih luas.

“Mudah-mudahan Deadline, Headline, Bola 9 ini ada versi-versi berikutnya yang lebih banyak merangkul semua elemen,” tuturnya.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kultur olahraga di kalangan wartawan.

Menurut dia, PWI memiliki agenda tahunan berupa Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang menjadi wadah bagi insan pers untuk berkompetisi di berbagai cabang olahraga.

“ Kami di PWI punya agenda tahunan Pekan Olahraga Wartawan Daerah yang digelar setahun sekali,” ujar Rahman.

Agenda olahraga tersebut, lanjut dia, juga berjenjang hingga tingkat nasional. Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), berikutnya direncanakan berlangsung di Lampung pada April mendatang.

“Insya Allah pada bulan April akan ada Pekan Olahraga Wartawan Nasional yang dilaksanakan di Lampung,” katanya.

Karena itu, Rahman berharap turnamen biliar yang digelar PWI Kaltim dapat menjadi sarana menemukan pemain potensial.

Ia menyebut Kaltim selama ini belum menyumbangkan medali pada cabang biliar dalam ajang olahraga wartawan.

“Seingat saya Provinsi Kaltim belum pernah menyumbangkan medali di cabang olahraga biliar. Mudah-mudahan dengan adanya turnamen ini teman-teman dari cabang olahraga biliar menemukan talenta-talenta yang nanti bisa diturunkan pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional,” ujarnya.

Tak hanya mengejar prestasi, Rahman menilai kegiatan olahraga penting untuk menjaga kebugaran wartawan yang memiliki aktivitas kerja dengan mobilitas tinggi.

Ia berharap, olahraga menjadi bagian dari kesadaran menjaga pola hidup sehat.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini teman-teman semakin sadar bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini positif untuk menjaga diri supaya kita bisa lebih baik lagi dalam menjaga kehidupan yang lebih sehat,” harapnya.

Ketua PWI Kaltim Billiard Club, Yudi Adi Prabowo, menjelaskan turnamen digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Panitia mengundang anggota PWI dari berbagai daerah di Kaltim serta mitra dari instansi pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan perusahaan.

“Kita mengadakan turnamen Bola 9 PWI Kaltim dalam rangka memperingati 17 Agustus. Kita mengundang teman-teman PWI se-Kaltim dan mitra-mitra PWI seperti dinas-dinas, lapas, dan juga perusahaan-perusahaan supaya lebih erat lagi dan lebih terjalin hubungan silaturahmi antara PWI dan mitra,” jelas Yudi.

Sebanyak 64 peserta ambil bagian. Kompetisi menggunakan sistem *double eliminasi*, sehingga peserta yang kalah pada pertandingan pertama masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pertandingan.

“Pesertanya ada 64. Hari ini dari 64 ke 32 peserta, besok dari 32 sampai final. Kita pakai sistem pertandingan double eliminasi,” ujarnya.

Menurut Yudi, format tersebut sengaja dipilih agar turnamen tidak semata-mata berorientasi pada menang dan kalah. Lebih dari itu, panitia ingin memberikan ruang interaksi yang lebih luas kepada peserta.

“Kalau ada yang kalah masih bisa main untuk yang kedua kalinya. Kenapa kita pakai double eliminasi, biar silaturahmi makin terjalin. Walaupun sekali main kalah, masih bisa main lagi. Kita tidak mencari menang kalah di sini, tetap jalinan silaturahmi yang paling penting,” katanya.

Pelaksanaan turnamen mendapat respons positif dari peserta, termasuk mereka yang datang dari luar Samarinda. Fasilitas meja pertandingan yang disediakan De Ale Billiard turut mendapat apresiasi.

“Alhamdulillah senang semua. Apalagi dengan mejanya, kita di-support sama De Ale. Mejanya bagus katanya mereka,” ungkap Yudi.

Peserta dari Bontang dan Tenggarong, lanjutnya, juga merasa nyaman mengikuti pertandingan di lokasi tersebut.

“Teman-teman dari Bontang, dari Tenggarong main ke sini, nyaman lah ibaratnya,” ujarnya.

Yudi berharap turnamen tersebut, dapat menjadi agenda tahunan PWI Kaltim dengan jumlah peserta yang semakin besar.

Ia menargetkan keterlibatan peserta bisa meningkat dua kali lipat pada pelaksanaan berikutnya.

“Harapannya acara seperti ini bisa jalan terus setiap tahunnya. Teman-teman mitra makin erat lagi silaturahmi sama kami dan makin banyak lagi nanti tahun depan yang ikut. Jangan cuma 64, kalau bisa 128 peserta atau lebih. Intinya lebih banyak lagi,” pungkasnya. (INR/NZR)

banner 728x90