Nawalapost.com, SAMARINDA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki era kepemimpinan baru.
Putri Amanda Nurrahmadani ditetapkan sebagai Ketua KADIN Kaltim periode berikutnya dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (28/11/2025).
Penetapan Putri berlangsung aklamasi setelah dinamika internal memuncak menjelang sesi penyampaian visi-misi.
Di hadapan peserta Musprov, Putri menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan.
Ia menilai amanah tersebut, merupakan bentuk harapan besar dari para pengurus di Kabupaten/Kota, agar KADIN tetap solid sebagai rumah bersama pelaku usaha di Benua Etam.
“Saya sangat berterima kasih, dan amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi kepercayaan yang harus dijaga,” ucapnya.
“Para pengurus dari Kabupaten/Kota dan pimpinan formatur telah memberikan mandat, dan Saya akan melanjutkan perjalanan yang sudah dibangun teman-teman sebelumnya,” ungkap Putri.
Putri tidak memaparkan program secara detail, namun menegaskan akan melanjutkan agenda yang telah berjalan dan memperkuat posisi KADIN, sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah, para pelaku industri, hingga UMKM.
Ia memilih mengedepankan kesinambungan organisasi, ketimbang membuat gebrakan yang prematur di awal.
Ketika sejumlah wartawan menanyakan isu yang ramai dibicarakan, khususnya kedekatan dirinya dengan Gubernur Kaltim, Putri memilih tidak memberikan komentar.
Ia langsung meninggalkan area wawancara dan tidak merespons pertanyaan lanjutan, sebuah sikap yang justru memicu perhatian lebih dari publik.
Musprov VIII KADIN Kaltim memang berlangsung dalam sorotan. Selain karena agenda pemilihan Ketua, forum ini juga diwarnai tarik-menarik kepentingan sekaligus isu kedekatan politik yang berkembang di luar ruang sidang.
Namun Putri menegaskan dirinya ingin fokus pada kerja organisasi, dan tidak terlibat dalam perdebatan yang berada di luar substansi Musprov.
Musprov yang awalnya mempertemukan dua nama calon Ketua berubah arah ketika Muhammad Ridwan, yang disebut-sebut memiliki basis kuat, memutuskan mundur tepat sebelum penyampaian visi-misi, dan langkah itu otomatis menjadikan Putri satu-satunya kandidat.
Ridwan, kepada awak media, menegaskan bahwa keputusannya tidak dilandasi keinginan pribadi, tetapi merupakan hasil diskusi bersama seluruh peserta Musprov dari sepuluh Kabupaten/Kota.
“Semua keputusan Kita ambil melalui musyawarah, dan Kita mengedepankan mufakat karena KADIN adalah organisasi pengusaha, bukan partai politik. Apa yang disepakati bersama itulah yang kita jalankan,” ujar Ridwan.
Saat dimintai penjelasan soal pemenuhan syarat Putri dalam AD/ART organisasi, Ridwan tidak memerinci.
Ia tetap menegaskan bahwa, Musprov telah mengambil keputusan kolektif.
“Kesepakatan ini sudah diputuskan bersama, dan kalau pun ada kekurangan, tadi semua peserta sepakat untuk menerima itu,” ucapnya.
Bahkan ketika kembali ditanya alasan khusus mengapa ia mendorong Putri sebagai penggantinya, Ridwan tetap menjaga jawaban serupa.
“Yang jelas, musyawarah mufakat adalah dasar keputusan ini,” tandasnya.
Dengan aklamasi tersebut, Putri Amanda kini memikul harapan besar, untuk membawa KADIN Kaltim melangkah stabil di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana arah kepemimpinannya, akan menavigasi organisasi pelaku usaha terbesar, di Kaltim dalam beberapa tahun ke depan. (MNA)















