NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Hingga saat ini, persiapan secara konseptual dan teknis telah mencapai sekitar 80 persen, dengan sejumlah pekerjaan yang masih difokuskan pada pembangunan arena perlombaan dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan hal tersebut setelah mengikuti audiensi bersama pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur di Sekretariat LPTQ Provinsi Kaltim. Pertemuan tersebut membahas perkembangan persiapan sekaligus menerima masukan untuk memastikan penyelenggaraan MTQH berjalan sesuai rencana.
“Kalau persiapan secara konseptual dan teknis, insyaallah sudah sekitar 80 persen. Masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, terutama koordinasi dan persiapan infrastruktur, seperti pembangunan venue, arena utama, dan fasilitas lainnya,” ujar Sunggono, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, salah satu tahapan penting yang akan dilakukan adalah peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan menjadi arena perlombaan. Tim panitia MTQH tingkat Provinsi Kalimantan Timur dijadwalkan datang ke Kukar pada 4 November 2026 untuk memeriksa kesiapan seluruh venue yang telah dipresentasikan.
Menurut Sunggono, hasil peninjauan tersebut akan menjadi acuan untuk melanjutkan tahapan persiapan berikutnya, terutama pekerjaan fisik yang dibutuhkan. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur pendukung mulai dikerjakan pada minggu kedua November 2026.
“Insyaallah, berdasarkan presentasi yang sudah kami lakukan tadi, rencana tersebut sudah disetujui. Karena itu, kami tinggal menunggu pengecekan langsung ke lapangan. Kalau kondisi di lapangan sesuai dengan yang sudah kami presentasikan, mudah-mudahan tidak ada perubahan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I LPTQ Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari koordinasi untuk mematangkan persiapan MTQH XLVI di Kukar. Pembahasan dilakukan bersama pemerintah daerah dan pengurus LPTQ Kukar dengan mempertimbangkan pengalaman dari penyelenggaraan MTQ sebelumnya.
Ia menyebutkan, secara umum koordinasi yang berlangsung berjalan harmonis. Masukan yang diberikan kepada panitia daerah lebih banyak menyangkut aspek teknis yang perlu diperhatikan sejak awal agar tidak menjadi hambatan saat pelaksanaan kegiatan.
“Evaluasinya hanya sedikit, terutama terkait teknis pelaksanaan. Jadi, tidak ada evaluasi mendasar yang perlu dilakukan. Kami hanya memberikan beberapa catatan teknis kecil yang perlu diperhatikan karena hal-hal tersebut berpotensi mengganggu kelancaran pelaksanaan apabila tidak diantisipasi sejak awal,” ungkap Abdul Khaliq.
Ia menambahkan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan acara pembukaan, kelayakan venue atau arena perlombaan, serta kesiapan dewan hakim. Seluruh unsur tersebut perlu dipersiapkan secara matang agar penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi dapat berjalan tertib dan lancar.
Dengan adanya koordinasi antara pemerintah daerah dan LPTQ provinsi, persiapan MTQH XLVI di Kukar diharapkan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Peninjauan lapangan pada November mendatang menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kesiapan arena sekaligus mendukung kelancaran Kukar sebagai tuan rumah ajang keagamaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur tersebut.(Adv/diskominfokukar/Don)













