Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Kabut Asap Belum Mereda, Dinkes Kukar Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Di tengah kondisi asap yang ketebalannya berubah-ubah, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan kondisi asap hingga kini belum menunjukkan penurunan yang konsisten. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga telah menerbitkan surat edaran sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan akibat karhutla.

“Ketebalan asap masih berubah-ubah dan sampai sekarang kondisinya masih cukup terasa,” ujar Ismi.

Menyikapi situasi tersebut, Dinkes Kukar mengingatkan masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak ada kebutuhan mendesak. Imbauan ini ditujukan untuk menekan paparan asap secara langsung, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.

“Pemkab sudah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap dampak karhutla. Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak ada keperluan penting,” katanya.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang disarankan. Upaya tersebut perlu disertai dengan kebiasaan menjaga kesehatan selama kabut asap masih memengaruhi lingkungan.

“Kalau memang harus keluar rumah, kami menyarankan masyarakat memakai masker untuk mengurangi paparan asap,” jelasnya.

Ismi mengungkapkan, kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kukar mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang disampaikan Dinkes Kukar, jumlah kasus pada Agustus tercatat sekitar 19.075, sedangkan pada September sekitar 10.000 kasus.

“Peningkatan kasus ISPA cukup terlihat sejak Agustus hingga September. Pada Agustus tercatat sekitar 19.075 kasus, sementara pada September sekitar 10.000 kasus,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kasus ISPA meningkat sekitar 40 persen dibandingkan periode ketika kondisi asap tidak terjadi. Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan upaya pencegahan, khususnya dengan mengurangi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh.

“Jika dibandingkan dengan bulan-bulan tanpa asap, peningkatan kasus ISPA cukup tajam, sekitar 40 persen. Karena itu, penggunaan masker saat berada di luar rumah perlu diperhatikan,” sebutnya.

Selain membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker, Dinkes Kukar mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama saat cuaca panas. Masyarakat juga dapat menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan sehat dan seimbang. Sementara itu, konsumsi multivitamin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Yang penting, masyarakat menjaga asupan cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Multivitamin memang tersedia, tetapi upaya menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada suplemen,” tambahnya.

Ismi menegaskan, langkah pencegahan tetap menjadi hal utama selama kondisi kabut asap berlangsung. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan perlindungan diri dan segera mencari layanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang memburuk.

“Pada dasarnya, yang paling penting adalah melakukan upaya pencegahan agar dampak kabut asap terhadap kesehatan bisa diminimalkan,” imbuhnya.(Adv/Diskominfokukar/Don)

banner 728x90