NAWALAPOST, TENGGARONG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Wiyono, menyampaikan bahwa pembangunan Asrama Mahasiswa Kukar di Yogyakarta telah rampung sesuai rencana.
Proyek ini, dilaksanakan dalam dua tahap selama dua tahun anggaran, dan kini telah resmi difungsikan untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal mahasiswa asal Kukar, yang menempuh pendidikan di kota pelajar tersebut.
Menurut Wiyono, tahap pertama pembangunan dilakukan pada tahun 2023, yang mencakup pekerjaan pembersihan lahan (land clearing), pembangunan lantai dasar, serta pengecoran dak lantai dua.
Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada tahun 2024 yang mencakup penyelesaian bangunan hingga siap huni.
“Pembangunan asrama ini, Kita selesaikan dalam dua tahap,” ucap Kadis PU Kukar Wiyono, saat di wawancarai media ini, Rabu (21/5/2025).
“Total terdapat dua gedung dengan kapasitas 23 kamar, yang masing-masing dapat dihuni dua orang. Jadi, total asrama ini bisa menampung 46 mahasiswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu gedung asrama difungsikan khusus untuk mahasiswi, dan telah dilengkapi ruang tamu untuk menerima kunjungan keluarga atau kerabat.
Fasilitas dasar seperti ranjang tingkat, meja belajar, lemari pakaian, serta penerangan dan sambungan air bersih telah disediakan oleh pihak Dinas PU.
“Semua kebutuhan dasar Kami lengkapi, agar mahasiswa bisa tinggal dan belajar dengan nyaman,” kata Wiyono.
“Untuk listrik dan air, sementara ini tetap menjadi tanggungan Pemkab,” imbuhnya.
“Sementara usulan tambahan dari mahasiswa, seperti kipas angin dan CCTV, akan Kami upayakan secepatnya,” terangnya.
Wiyono menegaskan bahwa keberadaan asrama ini, merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Kukar, dalam menciptakan iklim belajar yang layak dan mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah.
Lebih lanjut, Wiyono berharap agar bangunan asrama ini, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa dan dijaga keberlanjutannya.
“Kami berharap asrama ini, tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga tempat tumbuhnya semangat belajar, solidaritas, dan kontribusi positif para mahasiswa untuk daerah asal mereka,” tutupnya. (Adv-DPU Kukar/INR)















