NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat program pemberdayaan pemuda disabilitas, dengan menargetkan terbentuknya kemandirian ekonomi sebagai tujuan akhir pembinaan.
Melalui berbagai pelatihan dan skema pendampingan berjenjang, Dispora Kukar ingin memastikan peserta tidak hanya mendapatkan motivasi awal, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam dunia usaha. (26/06/2025)
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa banyak pemuda disabilitas yang memiliki potensi besar, namun membutuhkan pendampingan intensif agar dapat membangun usaha jangka panjang.
“Kita ingin mereka punya perjalanan usaha yang utuh, bukan sekadar semangat di awal lalu berhenti di tengah jalan,” ujar Dery.
Untuk mencapai target tersebut, Dispora Kukar memberikan pelatihan dasar mengenai kewirausahaan, pemasaran, pengelolaan keuangan, pengemasan produk, hingga pembentukan mindset usaha.
Setelah memenuhi kriteria tertentu, peserta akan diarahkan untuk mendapatkan pendampingan lanjutan dari OPD teknis yang memiliki kapasitas lebih besar di bidang ekonomi.
Dery menjelaskan bahwa kemandirian ekonomi bagi pemuda disabilitas bukan hanya berhubungan dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan rasa percaya diri, kemandirian sosial, dan akses terhadap ruang-ruang produktif di masyarakat.
“Kemandirian ekonomi adalah bagian penting dari inklusi, dan ketika mereka bisa berusaha dan menghasilkan, maka mereka akan lebih dihargai dan lebih berdaya,” katanya.
Dispora Kukar menargetkan bahwa program ini, dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha disabilitas yang mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
“Tujuan akhir kami adalah melihat pemuda disabilitas berdiri di atas kakinya sendiri, mandiri secara ekonomi, dan mampu menciptakan peluang untuk dirinya. Itulah hasil yang benar-benar ingin Kami wujudkan,” tutup Dery. (Adv-Dispora Kukar/INR)













