NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Setelah melalui proses politik yang panjang dan dinamis, pasangan Dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2030, Senin (23/6/2025).
Pelantikan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kota Samarinda, dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud.
Pelantikan ini dilangsungkan sehari setelah undangan resmi diterima oleh para undangan, yakni pada Minggu malam (22/6), pukul 21.00 WITA. Meski serba mendadak, prosesi berjalan lancar, khidmat, dan penuh makna.
Acara turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kabupaten, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
Dalam keterangannya usai pelantikan, Bupati Aulia Rahman menegaskan pihaknya akan langsung bergerak cepat.
Ia mengatakan bahwa agenda awal akan difokuskan pada penyusunan strategi pemerintahan, salah satunya melalui partisipasi dalam retret kepala daerah di Kampus IPDN Jatinangor.
“Kami tidak ingin membuang waktu. Retret ini akan kami gunakan untuk menyusun langkah-langkah percepatan program 100 hari kerja,” ujar Aulia kepada awak media.
Adapun program prioritas yang telah disiapkan mencakup layanan kesehatan berbasis KTP secara gratis, program umrah gratis untuk masyarakat, peningkatan dana Desa, serta beasiswa bagi mahasiswa asal Kukar yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Aulia meyakini bahwa manfaat dari program-program tersebut akan mulai dirasakan dalam waktu singkat.
“Insya Allah, sebelum 100 hari manfaatnya sudah bisa dinikmati. Kami ingin program pembangunan betul-betul menyentuh rakyat,” tegasnya.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru di Kukar mampu merespons cepat tantangan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menekankan pentingnya percepatan di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Jangan lupa juga soal pemberdayaan perempuan, terutama Gerakan PKK harus digalakkan kembali karena dampaknya sangat besar bagi keluarga dan lingkungan,” pesannya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kukar Rahmad Dermawan mengingatkan pentingnya membangun kolaborasi antarlembaga.
Menurutnya, kunci keberhasilan program pembangunan ada pada sinergi antara pemerintah, legislatif, masyarakat, dan pemangku kepentingan.
“Tidak mungkin pembangunan berjalan jika pemerintah berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” ujarnya.
Pasangan Aulia–Rendi meraih kemenangan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024 dengan perolehan suara sebanyak 209.905, atau 57,27 persen.
Usai ditetapkan sebagai pemenang, Aulia menyerukan semangat rekonsiliasi untuk menyatukan kembali seluruh elemen masyarakat.
“Kami tidak melihat ini sebagai kemenangan pribadi, tapi sebagai amanah rakyat, dan sekarang saatnya Kita bersatu membangun Kukar bersama-sama,” ujarnya.
Visi besar “Kukar Idaman Terbaik” akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Pemerintahan Aulia–Rendi juga berkomitmen menjaga harmonisasi politik lokal, dan menjalin hubungan erat dengan Kesultanan Kutai sebagai warisan budaya daerah.
Dengan posisi strategis Kukar dalam peta pembangunan nasional, publik kini menanti realisasi janji-janji politik pasangan ini untuk menjadikan Kukar sebagai pusat pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan. (INR)















