NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Potensi perkebunan kelapa sawit mulai dilirik sejumlah investor di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah perusahaan disebut telah melakukan sosialisasi ke beberapa desa sebagai langkah awal penjajakan rencana pengembangan investasi di sektor perkebunan.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar, mengatakan aktivitas investasi tersebut masih berada dalam tahap persiapan. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu proses yang sedang dijalankan sebelum rencana pengembangan perkebunan memasuki tahapan selanjutnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam rencana investasi tersebut. Sebab, pengembangan perkebunan sawit diharapkan tidak hanya memberikan peluang usaha bagi investor, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga di wilayah yang menjadi sasaran.
Dalam skema kerja sama yang direncanakan, masyarakat akan memperoleh bagian melalui pola perkebunan plasma sebesar 20 persen. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi warga untuk ikut merasakan manfaat dari pengembangan perkebunan.
“Untuk perkebunan sawit, ada pola kerja sama dengan masyarakat melalui skema plasma sebesar 20 persen. Kami berharap rencana ini bisa didorong dan dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta masyarakat juga mendapatkan manfaat dari investasi yang masuk,” ujar Elvandar, Rabu (4/11/2026).
Elvandar menjelaskan, proses pengembangan investasi saat ini masih berlangsung atau on progress. Sejumlah tahapan awal tengah dipersiapkan, terutama berkaitan dengan rencana pembebasan lahan serta identifikasi status kepemilikan lahan yang akan menjadi lokasi pengembangan.
Proses pendataan dan identifikasi tersebut dilakukan oleh pihak investor di beberapa wilayah desa di Kecamatan Tabang. Tahapan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi lahan serta memastikan informasi kepemilikannya sebelum proses berlanjut ke tahap berikutnya.
“Sekarang masih dalam proses persiapan. Pihak investor sedang melakukan tahapan pembebasan dan identifikasi kepemilikan lahan. Pendataan tersebut sudah berjalan di beberapa desa, sehingga saat ini masih dilakukan identifikasi sebelum masuk ke tahapan selanjutnya,” tandasnya.
Pemerintah Kecamatan Tabang berharap seluruh tahapan rencana investasi dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi dan pengawalan bersama. Sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar warga memperoleh pemahaman mengenai rencana pengembangan perkebunan serta pola kerja sama yang ditawarkan.
Dengan adanya rencana investasi tersebut, sektor perkebunan diharapkan dapat membuka peluang kegiatan ekonomi baru di Kecamatan Tabang. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan kejelasan lahan dan keterlibatan masyarakat agar manfaat investasi dapat dirasakan secara proporsional.(Adv/diskominfokukar/Don)













