Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

28 Tim Bersaing Selama Sebulan, Turnamen Voli M. Yusuf Ditutup Meriah.

NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Kompetisi olahraga yang mempertemukan puluhan tim voli, dari Samarinda dan sekitarnya resmi berakhir.

Turnamen Voli M. Yusuf yang digagas Relawan Solidaritas M. Yusuf ditutup dengan penyerahan trofi dan hadiah kepada para pemenang di Lapangan Laser 12, Gang Lorong Abadi, Jalan Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (30/10/2026) malam.

Selama hampir satu bulan, sejak 3 hingga 29 Oktober 2026, turnamen tersebut diikuti 28 tim yang terbagi dalam dua kategori, yakni 17 tim putra dan 11 tim putri.

Sejumlah peserta berasal dari Samarinda hingga Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Malam penutupan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi turut hadir, di antaranya Ketua Panitia Pelaksana Irwan Sajito, Ketua RT 12 Jaka Priyana, Ketua Relawan Solidaritas M. Yusuf Hamka, Bendahara DPC PSI Samarinda Utara Muhammad Yusuf, Sekretaris DPD PSI Kota Samarinda Taufan Marselinus, serta perwakilan DPW PSI Kaltim Julian.

Selain penyerahan penghargaan kepada para juara, panitia juga membagikan doorprize untuk menambah kemeriahan acara.

Ketua Panitia Pelaksana, Irwan Sajito, mengatakan turnamen tersebut berjalan sesuai harapan.

Ia mengapresiasi seluruh peserta, yang telah mengikuti kompetisi sejak babak awal hingga pertandingan final.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen ini menjadi pengalaman penting bagi panitia dalam membangun kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat lintas wilayah.

“Alhamdulillah, seluruh pertandingan berjalan lancar dan telah diselesaikan pada 29 Oktober. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua RT 12 yang telah memberikan izin, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Kami berharap turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan sehingga ke depan semakin banyak tim yang berpartisipasi,” kata Irwan.

Panitia menetapkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp5 juta bagi juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, Rp2 juta bagi juara ketiga, dan Rp1 juta untuk peringkat keempat.

Pada kategori putra, BBS B berhasil menempati posisi pertama. Utama Karya berada di urutan kedua, Gajah Mungkur ketiga, dan PDAM Muda menempati peringkat keempat.

Sementara kategori putri dimenangkan Gajah Mungkur. Posisi kedua diraih Camar, disusul Teslah di peringkat ketiga dan Power Stelar sebagai juara keempat.

Ketua RT 12, Jaka Priyana, mengungkapkan turnamen tersebut bermula dari gagasan untuk menghadirkan kegiatan yang lebih menarik bagi warga, dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Ide itu kemudian berkembang menjadi kompetisi voli, setelah dirinya berdiskusi dengan Muhammad Yusuf.

Dari pembicaraan tersebut, warga sepakat membentuk kepanitiaan dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat setempat.

Jaka kemudian, mempercayakan pelaksanaan kegiatan kepada Irwan Sajito bersama jajaran panitia.

Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan kali ini, tidak terlepas dari dukungan masyarakat.

Bahkan, selama pertandingan berlangsung, suasana kompetisi tetap kondusif tanpa terjadi keributan.

“Awalnya kegiatan ini hanya berangkat dari obrolan sederhana. Kami ingin menghadirkan pertandingan olahraga agar perayaan kemerdekaan lebih meriah. Ternyata antusiasme masyarakat sangat besar. Saya juga bersyukur seluruh pertandingan berlangsung tertib dan tidak ada keributan,” ungkap Jaka.

Lebih jauh, ia menilai turnamen tersebut memiliki manfaat yang melampaui kegiatan olahraga.

Ramainya pengunjung turut memberikan peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga masyarakat yang mengelola jasa parkir di sekitar lapangan.

Jaka berharap, keberadaan piala bergilir dapat menjadi motivasi untuk mempertahankan keberlanjutan kompetisi pada tahun berikutnya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi salah satu cara memperkuat hubungan sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih produktif.

Sementara itu, Muhammad Yusuf mengapresiasi semangat seluruh peserta yang telah berkompetisi selama turnamen berlangsung.

Ia meminta para pemenang tidak cepat berpuas diri, dan peserta yang belum berhasil meraih juara tetap meningkatkan kemampuan.

Ia menilai olahraga merupakan salah satu sarana efektif untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana positif, sekaligus membangun sportivitas dan persaudaraan.

“Selamat kepada tim yang berhasil meraih juara. Bagi yang belum mendapatkan hasil terbaik, tetap semangat dan terus berlatih. Masih ada kesempatan pada turnamen berikutnya. Yang terpenting, kita semua bisa menjaga kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding,” ujar Muhammad Yusuf.

Sekretaris DPD PSI Kota Samarinda, Taufan Marselinus, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

Ia menilai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, dapat menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Menurut Taufan, aktivitas olahraga yang disertai partisipasi warga mampu menciptakan ruang interaksi sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat kecil.

“Turnamen ini memberikan manfaat yang bisa dirasakan bersama. Tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menghidupkan UMKM, kuliner, dan aktivitas parkir. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berinisiatif menghadirkan kegiatan positif seperti ini bagi masyarakat, khususnya di Samarinda Utara,” jelas Taufan.

Di sisi lain, Ketua Relawan Solidaritas M. Yusuf, Hamka, menyebut turnamen voli tersebut merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan pihaknya.

Pemilihan kawasan RT 12 Gang Lorong Abadi didasarkan pada ketersediaan lapangan, yang dinilai memadai untuk menggelar kompetisi sekaligus melibatkan masyarakat.

Ia menjelaskan, kegiatan relawan tidak hanya berfokus pada olahraga.

Sejumlah program sosial juga dijalankan, di antaranya pelayanan ambulans untuk warga Samarinda Utara, bantuan air bersih, serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Hamka mengatakan pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan turnamen sebelum menyusun agenda lanjutan.

Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa akan digelar di wilayah lain dengan mempertimbangkan waktu dan kesiapan penyelenggara.

“Turnamen ini baru pertama kali Kami laksanakan, dan Kami melihat masyarakat cukup antusias dan kegiatan berjalan baik,” katanya.

“Ke depan, Kami akan melihat momentum yang tepat untuk menyusun kegiatan berikutnya, termasuk kemungkinan menggelar turnamen di wilayah lain di Samarinda Utara,” sambungnya.

“Harapan Kami, setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat dan semakin mendekatkan relawan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Berakhirnya kompetisi ini sekaligus membuka harapan bagi penyelenggaraan berikutnya.

Dengan dukungan warga dan keterlibatan berbagai pihak, Turnamen Voli M. Yusuf diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pertandingan, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat. (INR/NZR)

banner 728x90