Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Disperindag Kukar Soroti Penyaluran Pertalite, Pembelian Ratusan Liter Jadi Perhatian

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite masih terjadi di kawasan Samboja dan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Letak kedua wilayah yang berbatasan dengan Balikpapan dan berada di jalur perlintasan turut memengaruhi tingginya antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, menyebutkan terdapat sekitar 30 SPBU yang tersebar di wilayah Kukar berdasarkan data yang dimiliki instansinya. Meski demikian, persoalan antrean Pertalite masih menjadi perhatian, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan Balikpapan.

“Sudah ada sekitar 30 SPBU berdasarkan beberapa data yang kami miliki di Kutai Kartanegara,” ungkap Burhanuddin, Sabtu (17/10/2026).

Selain persoalan antrean, Disperindag Kukar juga menyoroti dugaan pembelian BBM bersubsidi dalam jumlah yang tidak wajar. Menurut Burhanuddin, praktik tersebut perlu menjadi perhatian agar distribusi Pertalite tetap sesuai dengan peruntukannya dan dapat dimanfaatkan masyarakat yang berhak.

“Kalau menyikapi penjualan BBM subsidi di Kukar, memang ada sebagian yang tidak sesuai peruntukannya. Mungkin ada yang mengambil dalam jumlah banyak dan tidak wajar, satu orang bisa sampai ratusan liter,” katanya.

Burhanuddin menilai antrean BBM di Kukar secara umum masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan Balikpapan. Namun, kondisi berbeda terlihat di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, khususnya pada SPBU di kawasan Kilometer 28 dan Kilometer 38 yang kerap dipadati kendaraan.

“Kalau di kita masih relatif terkendali dibandingkan dengan Balikpapan. Samboja dan Samboja Barat memang yang cukup parah, karena berada di jalur Kilometer 38 dan Kilometer 28. Di sana antreannya memang panjang,” sebutnya.

Salah satu faktor yang turut memengaruhi antrean di kawasan tersebut adalah posisi Samboja Barat sebagai wilayah perbatasan. Burhanuddin menyebut, masyarakat dari Balikpapan juga datang ke kawasan itu untuk membeli Pertalite, sehingga jumlah kendaraan yang mengantre semakin banyak.

“Karena kalau di Samboja Barat, daerah perbatasan, banyak orang dari Balikpapan yang datang ke situ untuk mengantre Pertalite,” jelasnya.

Ia juga membandingkan pola pengaturan pembelian BBM bersubsidi di Kukar dengan Samarinda dan Balikpapan. Menurutnya, Samarinda menerapkan sistem kupon, sedangkan pembelian Pertalite di Balikpapan dibatasi berdasarkan waktu dan jumlah. Sementara itu, SPBU di kawasan Samboja Barat, terutama Kilometer 28 dan Kilometer 38, disebut masih melayani pembelian secara terus-menerus.

“Itu karena di Balikpapan dibatasi. Kalau di tempat kita, khususnya Samboja Barat di Kilometer 28 dan Kilometer 38, itu kan dibuka terus,” tandasnya.(Adv/diskominfokukar/Don)

banner 728x90