Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

DPMD Kukar Gali Potensi Lokal untuk Perkuat Ekonomi Desa

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pengembangan produk unggulan desa menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemerintah mendorong desa menggali potensi lokal dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan setiap desa memiliki peluang untuk mengembangkan produk sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayahnya. Kolaborasi antara pemerintah desa, UMKM, dan BUMDes dinilai penting agar potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami mendorong pemerintah desa bersama UMKM dan BUMDes untuk mengembangkan produk unggulan masing-masing,” ujar Arianto, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, pengembangan produk tidak cukup hanya dengan mengidentifikasi potensi yang tersedia. Diperlukan upaya bersama untuk mendorong produk lokal agar memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Produk yang sudah ada akan kita dorong bersama agar bisa menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Program tersebut direncanakan menjangkau seluruh wilayah Kukar yang tersebar di 20 kecamatan. Dengan cakupan tersebut, setiap kecamatan diharapkan dapat mendorong desa-desa di wilayahnya untuk mengenali potensi lokal dan menentukan produk yang layak dikembangkan.

“Program pengembangan produk unggulan ini nantinya mencakup 20 kecamatan di Kukar,” bebernya.

Secara keseluruhan, Kukar memiliki 193 desa dan 44 kelurahan. Jumlah wilayah tersebut menjadi potensi untuk mengembangkan beragam produk lokal yang dapat disesuaikan dengan sumber daya, kemampuan masyarakat, serta karakteristik masing-masing daerah.

DPMD Kukar berharap pemerintah desa dapat mengambil peran aktif dalam proses pengembangan tersebut. Selain menggali potensi, keterlibatan UMKM dan BUMDes diharapkan mampu membuka peluang usaha serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Arianto menegaskan, upaya ini diarahkan agar setiap wilayah mampu mengenali dan mengembangkan keunggulannya sendiri. Dengan demikian, produk lokal tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga berpeluang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dari 193 desa dan 44 kelurahan yang ada, kami mendorong masing-masing wilayah untuk mengembangkan potensi serta produk unggulannya,” tandasnya.(Adv/Diskominfokukar/Don)

banner 728x90