NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA –Penanganan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah daerah berupaya mempercepat perbaikan sekolah, termasuk bangunan yang roboh, dengan memanfaatkan sumber anggaran daerah maupun pemerintah pusat.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menjelaskan bahwa setiap laporan kerusakan sekolah akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung oleh tim di lapangan. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah penanganan sekaligus mengajukan kebutuhan pembangunan atau rehabilitasi.
“Setiap ada laporan sekolah rusak atau roboh, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Setelah itu, hasilnya kami gunakan sebagai dasar untuk mengusulkan perbaikan melalui program yang tersedia, baik dari APBD maupun APBN,” ungkap Heriansyah, Sabtu (10/10/2026).
Ia menyebutkan, keterbatasan anggaran daerah mengharuskan Disdikbud Kukar menyusun prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak. Dengan langkah tersebut, sekolah yang memerlukan penanganan segera diharapkan dapat memperoleh perhatian lebih cepat melalui skema pembiayaan yang memungkinkan.
Heriansyah menegaskan, bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah, terutama hingga roboh, akan diupayakan masuk dalam usulan penanganan pada tahun ini. Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila kerusakan terjadi akibat bencana dan memenuhi persyaratan yang berlaku.
“Untuk sekolah yang kondisinya sudah roboh, tentu akan kami upayakan agar segera ditangani. Kami akan melihat kemungkinan pembiayaannya, apakah menggunakan anggaran daerah atau melalui sumber pendanaan lainnya,” tegasnya.
Meski demikian, penggunaan BTT tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kondisi bangunan yang rusak. Diperlukan kajian untuk memastikan penyebab kerusakan, terutama apabila pemerintah ingin menetapkan bahwa kejadian tersebut merupakan dampak bencana.
“Kami menargetkan agar penanganannya bisa diupayakan tahun ini. Jika kerusakan disebabkan oleh bencana, BTT dapat menjadi salah satu pilihan, tetapi harus didukung kajian yang memastikan penyebabnya memang akibat bencana,” tutupnya.(Adv/Diskominfokukar/Don)













