Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Disperkim Kukar Fokus Buka Akses Air Bersih hingga Wilayah Pedalaman dan Pesisir

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan distribusi utama. Melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar menargetkan pembangunan sekitar 500 sambungan rumah (SR) pada 2026, dengan perhatian khusus terhadap kawasan pedalaman dan pesisir.

Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjangkau permukiman yang belum mendapatkan layanan optimal dari jaringan PDAM Tirta Mahakam. Pembangunan SPAM Desa diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan air bersih, terutama di wilayah yang sulit dijangkau karena kondisi geografis.

“Tahun ini kami menargetkan sekitar 500 sambungan rumah melalui SPAM Desa. Prioritasnya adalah permukiman yang belum terjangkau jaringan utama PDAM,” kata Aidil, Jum’at (09/10/2026).

Ia menyebutkan, perluasan layanan air bersih tidak cukup hanya dengan menambah sambungan ke rumah warga. Ketersediaan jaringan pipa utama juga menjadi faktor penting agar distribusi air dapat menjangkau permukiman secara menyeluruh. Karena itu, pembangunan infrastruktur pendukung perlu dilakukan sebelum sambungan rumah dapat berfungsi optimal.

“Persoalannya masih pada jaringan distribusi yang belum menjangkau seluruh permukiman. Ketika pipa utama sudah tersambung, pemasangan sambungan rumah bisa dilanjutkan secara bersamaan,” sebutnya.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian Disperkim Kukar ialah pembangunan pipa penyeberangan dari Tukung Ritan menuju Muara Ritan di Kecamatan Tabang. Infrastruktur tersebut diproyeksikan membuka akses distribusi air bersih bagi masyarakat di kawasan hulu yang selama ini menghadapi keterbatasan jangkauan jaringan.

Ia mengatakan, luas wilayah Kukar serta jarak antarpemukiman yang berjauhan menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas layanan. Pembangunan jaringan pipa membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas wilayah.

Untuk kawasan yang belum memungkinkan dijangkau jaringan utama PDAM, SPAM Desa menjadi salah satu alternatif penyediaan air bersih. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap sembari melanjutkan pengembangan infrastruktur distribusi.

Meski layanan air bersih telah menjangkau seluruh kecamatan di Kukar, Aidil mengungkapkan masih ada tiga desa yang pelayanannya belum maksimal. Salah satunya Desa Tubang Baru, sedangkan dua desa lainnya berada di kawasan pesisir. Pemerintah menargetkan penyelesaian kebutuhan layanan di ketiga desa tersebut melalui pembangunan SPAM Desa pada tahun mendatang.

“Insya Allah, untuk tiga desa yang pelayanannya belum maksimal, pembangunan SPAM Desa akan kami selesaikan dan tuntaskan tahun depan,” tutupnya.(Adv/Diskominfokukar/Don)

banner 728x90