NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi SMK Medika Samarinda untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik. Melalui Medika Bersholawat dan Tabligh Akbar, sekolah tersebut menghadirkan kegiatan keagamaan di Samarinda Square, Kamis malam (3/9/2026) mendatang.
Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Education Expo Gramedia Big Fair 2026, yang berlangsung 30 Agustus hingga 13 September 2026.
Selain agenda keagamaan, kegiatan tersebut diramaikan berbagai aktivitas pendidikan, literasi, seni, kewirausahaan, dan kreativitas pelajar.
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengatakan pembentukan karakter merupakan bagian penting dalam pendidikan vokasi.
Menurutnya, siswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan keterampilan untuk memasuki dunia kerja.
“Anak-anak kita jangan hanya berputar di akademisi saja. Mereka juga harus bisa mengembangkan diri, termasuk memiliki karakter dan kemampuan untuk berwirausaha,” kata Musmulyadi saat ditemui di Samarinda Square, Senin (31/8/2026) malam.
Ia menjelaskan, SMK Medika Samarinda menerapkan konsep BMW, yakni bekerja, melanjutkan studi, dan berwirausaha.
Konsep tersebut, memberikan tiga pilihan utama bagi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Ada yang setelah lulus langsung bekerja, ada yang melanjutkan pendidikan, dan ada pula yang memilih membangun usaha sendiri,” ujarnya.
Musmulyadi, menilai ketiga pilihan tersebut harus dibarengi dengan karakter yang kuat.
Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Medika Bersholawat dan Tabligh Akbar menjadi bagian dari pembinaan siswa.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik dalam membangun sikap dan kepribadian.
Dalam rangkaian Education Expo, SMK Medika Samarinda, juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang.
Mulai dari unsur Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia hingga praktisi kewirausahaan.
Di sisi lain, agenda tersebut turut membawa misi memperkuat budaya literasi. SMK Medika menyiapkan gerakan 1.000 siswa membaca buku, yang dilaksanakan secara bertahap selama 15 hari pelaksanaan Education Expo.
Ketua Panitia Education Expo Gramedia Big Fair, Aldi, mengatakan gerakan membaca tersebut terbuka bagi masyarakat umum.
Ia berharap kegiatan itu, dapat menjadi pemantik tumbuhnya kebiasaan membaca di kalangan pelajar.
“Tujuannya bagaimana literasi pelajar kita semakin bertambah dan ini dimulai dari Medika,” kata Aldi.

Ia berharap gerakan literasi tersebut, dapat diikuti sekolah lain sehingga budaya membaca berkembang lebih luas di Samarinda.
“Ke depan bukan hanya Medika yang mengadakan. Mudah-mudahan sekolah lain juga bisa melakukan gerakan membaca buku,” ujarnya.
Tidak hanya literasi dan keagamaan, Education Expo juga memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas.
Lomba tari tingkat sekolah dasar dijadwalkan pada 5 September, sedangkan fashion show digelar sehari berikutnya.
Rangkaian kegiatan juga melibatkan pelaku UMKM dan menghadirkan wisata kuliner, sehingga Samarinda Square tidak hanya menjadi lokasi pameran pendidikan, tetapi ruang interaksi masyarakat.
Musmulyadi menambahkan, hubungan SMK Medika dengan Ramayana dan PT Jakarta Intiland telah terjalin sejak 2015.
Samarinda Square selama ini menjadi salah satu lokasi berbagai kegiatan sekolah, untuk memperkenalkan kreativitas siswa kepada masyarakat.
“SMK Medika Samarinda, Ramayana dan Jakarta Intiland ini tidak bisa dipisahkan. Mulai tahun 2015 SMK Medika sudah ada dan bercokol di mal ini,” katanya.
Melalui Education Expo Gramedia Big Fair 2026, SMK Medika Samarinda berupaya menggabungkan pendidikan vokasi dengan penguatan karakter, literasi, kreativitas dan kewirausahaan.
Medika Bersholawat menjadi salah satu ruang, untuk menanamkan nilai spiritual kepada siswa di tengah tuntutan kompetensi dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Pendidikan bukan hanya soal menyiapkan anak untuk bekerja setelah lulus. Tetapi juga bagaimana mereka memiliki karakter dan nilai sebagai bekal menjalani kehidupan,” pungkasnya. (Riz/NZR)














