NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah berupaya memperkuat konektivitas wilayah dengan mengedepankan dua aspek utama: pembangunan dan peningkatan jalan-jalan penghubung, serta penguatan jaringan internet.
DPU Kukar berperan sentral dalam mewujudkan program pemerintah daerah, untuk meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.
Proyek ini dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama bertujuan untuk membangun dan memperbaiki jalan yang menghubungkan antar kecamatan, desa, serta pusat-pusat produksi. Jum’at(13/8/2024)
DPU menargetkan untuk meningkatkan kualitas jalan kabupaten hingga 80%, dan juga membangun jalan desa dan kecamatan sepanjang 50 kilometer setiap tahun.
“Inisiatif ini krusial untuk memperbaiki infrastruktur dan mendorong pengembangan kawasan strategis,” kata Wiyono belum lama ini.
“Namun, perjalanan menuju pembangunan infrastruktur tidak selalu lancar,” katanya.
DPU Kukar menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kekurangan sumber daya manusia, terbatasnya material yang tersedia, serta lokasi proyek yang terpencar.
Banyak usulan juga masih terhambat menunggu penetapan Surat Keputusan (SK) ruas jalan dari pemerintah pusat hingga kabupaten.
Meski demikian, Wiyono tetap yakin bahwa dengan strategi yang baik dan kerja keras, program ini akan tetap berjalan sesuai rencana.
Dalam rentang waktu 2021 hingga 2023, DPU Kukar berhasil merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 436,66 kilometer.
Rincian pencapaian menunjukkan bahwa pada tahun 2021, realisasi mencapai 96,209 kilometer, meningkat menjadi 85,561 kilometer pada tahun 2022, dan mencapai 254,886 kilometer pada tahun 2023.
Tingkat kemantapan jalan juga, menunjukkan perkembangan positif, dari 57,521% pada 2021 menjadi 65,947% pada 2023.
Untuk tahun 2024, target yang ditetapkan adalah 109,2692 kilometer, menunjukkan tekad kuat untuk melanjutkan pembangunan.
Berbagai proyek strategis yang telah diselesaikan mencakup jalan-jalan penting, seperti Jalan Poros Kota Bangun-Kenohan, Rapak Lambur-Senoni, dan Anggana-Muara Badak.
Selain itu, pembangunan jembatan juga menjadi fokus utama dalam meningkatkan konektivitas.
Dari tahun 2021 hingga 2023, sebanyak 10 unit jembatan baru telah dibangun, dengan target tambahan 9 unit pada tahun 2024.
Di samping itu, 4 jembatan telah diganti selama periode yang sama, termasuk rehabilitasi jembatan penting seperti Jembatan Ing Martadipura dan Jembatan Kutai Kartanegara untuk menjamin keselamatan pengguna.
“Alhamdulillah, dari tahun 2021 sampai 2023, realisasi program telah melampaui target yang telah ditetapkan,” ungkap Wiyono, menekankan komitmen DPU Kukar dalam meningkatkan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Wiyono berharap konektivitas di wilayah ini akan semakin baik, memberikan dampak positif bagi perkembangan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
DPU Kukar bertekad untuk terus berinovasi dalam pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. (ADV/DPU_KUKAR/INR)















