NAWALAPOST.COM, SANGASANGA — Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Sangasanga, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), H. Rendi Solihin, meninjau secara langsung lokasi rawan longsor di Kelurahan Pendingin, Rabu (2/7/2025).
Titik longsor yang berada di kawasan dekat kolam bekas tambang ini menjadi perhatian khusus Pemkab Kukar karena mengancam akses jalan warga dan keselamatan lingkungan sekitar.
Peninjauan ini turut didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, bersama jajaran pejabat teknis dari Kabid hingga staf Dinas PU Kukar, yang bertanggung jawab dalam aspek teknis dan penanganan infrastruktur wilayah.
Dalam kesempatan itu, Wabup Rendi berdialog langsung dengan perwakilan perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lokasi, untuk menyampaikan keprihatinan sekaligus penegasan terhadap pentingnya penanganan yang serius atas kondisi jalan yang rawan amblas tersebut.
“Saya ingin jalan ini dikerjakan dengan konstruksi yang bagus agar tidak longsor-longsor lagi. Mengingat jalan ini bersebelahan dengan kolam-kolam bekas tambang dan aktivitas pertambangan,” tegasnya.
Rendi menginstruksikan agar Dinas PU Kukar segera melakukan langkah teknis yang sesuai standar, dengan memperhatikan struktur tanah, drainase, dan kondisi geografis sekitar lokasi longsor.
Ia menekankan bahwaTinjau Lokasi Longsor di Pendingin, Wabup Kukar Tekankan Konstruksi Jalan Aman dan Sinergi CSR Perusahaan Tamban pembangunan infrastruktur harus tahan terhadap tekanan lingkungan sekitar, dan tidak bersifat sementara.
Selain peninjauan teknis, Wabup Rendi juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako serta santunan untuk anak yatim dan warga kurang mampu di Kantor Kelurahan Pendingin.
Aksi sosial ini, menjadi bentuk nyata kehadiran Pemerintah daerah, dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan pihak swasta, khususnya perusahaan tambang, dalam mendukung program pembangunan dan sosial Pemerintah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih terarah dan menyentuh kebutuhan lapangan.
“Kami mendorong agar CSR dari perusahaan tambang bisa lebih konkret. Jangan hanya seremonial, tetapi betul-betul membantu masyarakat, termasuk dalam infrastruktur dan kesejahteraan sosial,” kata Rendi.
Wiyono selaku Kepala Dinas PU Kukar menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti arahan Pimpinan Daerah dengan melakukan kajian teknis mendalam dan penanganan yang sesuai karakteristik wilayah.
Ia juga menyebut pentingnya keterlibatan lintas sektor, untuk menjamin penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara Pemerintah Daerah, Dinas PU Kukar, dan sektor swasta, diharapkan penanganan titik longsor di Pendingin dapat dilakukan secara menyeluruh, aman, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. (Adv-DPU Kukar/INR)















