banner 728x90

banner 728x90

Siap – Siap Tenggarong Akan Punya Dua Jembatan. Satu untuk kendaraan, satu lagi disiapkan jadi jembatan wisata pejalan kaki

Foto IST

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Wajah baru Kota Tenggarong akan segera terlihat dengan kehadiran dua jembatan berdampingan di atas anak Sungai Mahakam.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) membangun satu jembatan baru untuk kendaraan, sementara Jembatan Besi lama akan difungsikan ulang sebagai jalur pedestrian dan ikon wisata kota.

Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi Jembatan Besi yang dibangun sejak era kolonial Belanda, dan kini tengah diproses sebagai cagar budaya.

Untuk menjaga nilai historis dan keselamatan pengguna, jembatan tersebut tak lagi akan digunakan untuk lalu lintas kendaraan bermotor.

Jembatan lama tetap ada, tapi ke depan tidak lagi dilalui kendaraan, dan akan Kami jadikan jembatan khusus pejalan kaki untuk mendukung Wisata Kota,” Kata Linda Juniarti, Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar

Pembangunan Digeser, Nilai Sejarah Dilindungi.

Pembangunan jembatan baru yang menghubungkan Jalan Kartini dan Jalan Monumen Barat dilakukan dengan menggeser posisi konstruksi, agar tidak mengganggu struktur jembatan lama.

Keputusan ini, merupakan hasil dari dialog terbuka antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

“Semua sepakat bahwa jembatan lama harus tetap dijaga. Karena itu, pembangunan baru kami geser. Kami tetap libatkan masyarakat sejak perencanaan awal,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, Jumat (21/6/2025).

Jembatan baru dirancang memiliki lebar 14 meter dengan empat lajur—dua arah—yang akan menopang arus kendaraan harian masyarakat, dan ditargetkan tuntas pada akhir tahun dan siap difungsikan pada 2026.

Jembatan Lama Jadi Ruang Wisata.

Dengan tidak lagi dilalui kendaraan, Jembatan Besi akan dialihfungsikan sebagai jembatan pedestrian.

Selain untuk alasan keselamatan karena kondisi struktur yang mulai menua, langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat kawasan wisata heritage di pusat kota.

Daripada terus dilewati kendaraan dan rusak, lebih baik Kami ubah fungsinya untuk pejalan kaki, ruang foto, atau taman sejarah. Ini juga bisa jadi daya tarik kota,” Ucap Linda Juniarti

PU Kukar juga menyiapkan penataan kawasan di sekitar jembatan. Pinggiran anak Sungai Mahakam akan dipercantik dengan taman kota dan jalur pedestrian yang rapi dan aman.

Proyek ini dirancang selaras, agar jembatan dan lingkungan sekitarnya bisa selesai bersamaan.

Dua Fungsi, Satu Visi.

Dengan hadirnya dua jembatan ini, Kota Tenggarong akan memiliki fungsi infrastruktur yang lebih tertata: satu jembatan untuk mobilitas kendaraan, satu lagi untuk aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi masyarakat.

“Ini bukan sekadar proyek jembatan, tapi perencanaan kota jangka panjang, dan Kami ingin dua fungsi ini berjalan harmonis—mobilitas lancar dan nilai sejarah tetap lestari,” pungkas Linda. (Adv-DPU Kukar/INR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90