banner 728x90

banner 728x90

Semarak HUT RI ke-80, SMK Medika & Ramayana Hidupkan Nasionalisme di Samarinda Square

NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Pagi itu, halaman parkir Mall Samarinda Square di Jalan M. Yamin, berubah menjadi lautan merah putih.

Ratusan pelajar, guru, karyawan, hingga pengunjung pusat perbelanjaan larut dalam suasana khidmat, saat bendera pusaka dikibarkan dalam peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025).

Kegiatan yang digagas SMK Medika Samarinda bersama manajemen Ramayana Samarinda Square ini bukan sekadar rutinitas upacara tahunan.

Ia hadir sebagai simbol kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha, dalam menanamkan nilai nasionalisme di tengah masyarakat kota.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmuliadi, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bagi generasi muda harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial.

“Semangat dan kreativitas remaja harus dijaga, dan pembangunan tidak cukup dengan infrastruktur, tapi juga pengisian moral, iman, dan prestasi,” katanya saat di wawancarai media ini di sela kegiatan tersebut.

“Dan, Kita ingin anak-anak Kaltim terbebas dari pengangguran, menjauh dari narkoba, dan mampu bersaing dengan karya nyata,” ujarnya.

Selepas upacara, suasana berubah meriah. Tari Dayak dengan kostum megah, teater bernuansa perjuangan, hingga dance modern bergantian menghiasi panggung.

Dari sepuluh jenis kegiatan dalam mewarnai hari kemerdekaan RI Ke-80 ini, hanya empat terbaik yang tampil, dan Mall yang biasanya penuh aktivitas belanja, seketika menjelma menjadi arena kebudayaan yang hidup.

“Budaya bisa ditampilkan di mana saja, bahkan di Mall, yang penting nilai kebersamaan dan nasionalismenya tetap terasa,” tambah Musmuliadi.

Dukungan penuh datang dari pihak manajemen Ramayana. Diky Pratama, Head Regional Ramayana Kaltim, menyebut kolaborasi ini sebagai wujud nyata keterlibatan sektor swasta dalam mendukung pendidikan.

“Luar biasa. Kalau tanpa SMK Medika, acara ini tidak akan semeriah ini, dan Kami terbuka untuk kerja sama berkelanjutan, baik dalam bentuk kegiatan tahunan seperti ini maupun peluang bagi siswa SMK melakukan praktik kerja di sini,” ungkapnya.

Diky menilai, kolaborasi semacam ini penting agar dunia usaha dan dunia pendidikan dapat saling menguatkan.

“Kami senang bisa terlibat, dan harapannya, setiap tahun kegiatan semacam ini bisa digelar, bahkan lebih besar lagi,” tambahnya.

Tak hanya upacara dan seni, masyarakat juga diajak bernostalgia lewat lomba tradisional khas 17 Agustus.

Tarik tambang, lari karung, hingga makan kerupuk akan digelar bertahap pada 19–22 Agustus mendatang.

Atmosfer kebersamaan ini diharapkan bisa menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang menjadi fondasi kemerdekaan bangsa.

Bagi Musmuliadi, peringatan HUT RI ke-80 bukan hanya soal bendera dan lagu kebangsaan.

“Ini momentum untuk meneguhkan komitmen kita bersama. Mari isi kemerdekaan dengan karya, iman, dan takwa, agar bangsa ini semakin kuat,” pungkasnya. (MNA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90