NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus menunjukkan komitmen terhadap penguatan infrastruktur pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Salah satu program prioritas yang saat ini tengah berjalan adalah pembangunan kantor baru Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.
Pekerjaan proyek ini dipantau langsung oleh Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, yang melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan pada Rabu, 11 Juni 2025.
Ia didampingi oleh Kepala Bidang Cipta Karya Muhammad Jamil, Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta tim teknis.
“Pembangunan kantor Kelurahan Maluhu saat ini sudah mencapai tahap fondasi, dengan progres sekitar 20 persen,” ujar Wiyono.
Gedung yang dibangun dirancang dua lantai dan ditargetkan selesai akhir tahun 2025, sehingga pada tahun 2026 sudah bisa difungsikan secara penuh.
Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga, yaitu CV Rizki Aulia, dengan pengawasan ketat dari tim teknis Dinas PU.
Dalam peninjauan tersebut, Wiyono menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan ini, adalah menghadirkan fasilitas pemerintahan yang layak, representatif, dan siap mendukung pelayanan masyarakat secara optimal.
“Kantor kelurahan bukan sekadar bangunan administratif, dan ini adalah wajah pelayanan pemerintah di tingkat terbawah, yang bersentuhan langsung dengan warga,” jelasnya.
“Karena itu, pembangunan harus berkualitas dan selesai tepat waktu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pelaksana proyek tetap mengedepankan spesifikasi teknis dan standar mutu, dalam setiap tahapan pengerjaan.
Dirinya tidak ingin proyek dikejar cepat, namun mengabaikan kualitas struktur.
“Kita ingin Kantor ini dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa kendala, dan masyarakat merasa nyaman saat berurusan di sana,” tambahnya.
Dinas PU Kukar akan terus melakukan monitoring dan evaluasi rutin terhadap progres pembangunan hingga proyek benar-benar rampung dan siap digunakan.
Peninjauan lapangan seperti ini, menurut Wiyono, menjadi cara efektif untuk memastikan pelaksanaan di lapangan tidak keluar dari perencanaan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap pelaksana dapat bekerja maksimal. Target selesai di akhir 2025 harus bisa tercapai sesuai harapan bersama,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)















