Menuju Generasi Konstruksi Unggul, Pelatihan Tahap I Siap Digelar di Kukar
NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat akan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) jenjang 7 Tahap I Tahun 2025 yang dilaksanakan serentak di lima Kabupaten/Kota.
Salah satu titik lokasi pelatihan strategis tersebut, berlangsung di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dengan dukungan penuh dari Dinas PU Kukar.
Kegiatan ini digelar mulai 30 Juni hingga 4 Juli 2025 secara hybrid, sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja konstruksi di daerah.
Program ini menjadi bagian integral dari implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Peraturan Pemerintah turunannya, yang menekankan pentingnya pembinaan tenaga kerja, melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis standar nasional.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, melalui Kepala Bidang Bina Konstruksi, Sofyar Ardani, didampingi oleh Rina Mariani, ST., MT, selaku JF Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda, menyampaikan bahwa program pelatihan ini memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), menjadi prioritas utama dalam mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
“Ini bukan sekadar rutinitas pelatihan, dan ini adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur di Kukar serta d wilayah Kaltim, yang akan ditangani oleh tenaga kerja yang terstandar, kompeten, dan tersertifikasi,” ujar Rina.
Program pelatihan dan sertifikasi jenjang 7 ini menyasar total 801 peserta dari berbagai jenjang keahlian, termasuk tenaga ahli konstruksi, lulusan baru (fresh graduate), asesor, serta instruktur yang berasal dari perguruan tinggi teknik dan institusi pelatihan di Kaltim.
Untuk wilayah Kukar, kegiatan pelatihan dibuka secara daring pada 30 Juni, dan akan mencakup berbagai materi peningkatan kapasitas yang relevan dengan tuntutan dunia konstruksi saat ini.
Sesi pelatihan berlangsung dengan sistem kombinasi antara tatap muka dan daring, sedangkan proses sertifikasi akan dilaksanakan secara langsung, guna menjamin penilaian yang transparan dan profesional.
“Kami mendorong para pelaku konstruksi lokal di Kukar, untuk aktif mengikuti pelatihan ini,” ucapnya.
“Dan, kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi akan menjadi nilai tambah, dalam menghadapi tantangan industri konstruksi yang makin kompetitif,” tambah Rina.
Ia juga menekankan bahwa, Dinas PU Kukar tidak hanya bertindak sebagai fasilitator teknis, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam kolaborasi lintas sektor, untuk mendukung suksesnya pelatihan tahap-tahap selanjutnya.
Penutupan kegiatan dijadwalkan berlangsung secara daring pada 3 dan 4 Juli 2025, diikuti dengan proses sertifikasi yang akan menguji langsung kemampuan peserta, sesuai standar jenjang keahlian yang ditetapkan.
Dengan diselenggarakannya pelatihan jenjang 7 di Tenggarong, Dinas PU Kukar berharap tumbuhnya ekosistem jasa konstruksi yang profesional, berdaya saing, serta aman secara teknis dan hukum, seiring dengan misi Pemprov Kaltim dalam menciptakan SDM unggul menuju generasi emas 2025–2029.(INR/ADV_DPU Kukar)















