NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Kehadiran kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi organisasi alumni dalam mendukung pembangunan daerah melalui kemitraan dengan pemerintah.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyampaikan harapannya agar pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus membangun hubungan kemitraan dengan Pemkab Kukar. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kita, pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan demikian, kita bisa bersama-sama membangun Kutai Kartanegara secara berkelanjutan serta mewujudkan masyarakat yang adil, merata, dan sejahtera,” ujar Akhmad, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai, PC IKA PMII Kukar memiliki posisi strategis karena mempunyai tradisi berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan. Sikap tersebut diharapkan tetap dipertahankan, tetapi perlu disertai gagasan dan solusi yang konstruktif agar dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan maupun mengevaluasi kebijakan pembangunan.
“Organisasi ini memiliki nilai strategis, terutama jika melihat sejarah dan latar belakang PMII yang dikenal sebagai kelompok yang kritis. Sikap kritis tersebut harus tetap dipertahankan, tetapi jangan sampai hanya berhenti pada kritik tanpa disertai pemikiran dan upaya konstruktif untuk membangun daerah,” tegasnya.
Akhmad Taufik menambahkan, partisipasi organisasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Karena itu, IKA PMII diharapkan aktif menyampaikan saran dan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi serta pertimbangan bagi pemerintah dalam menjalankan program-program daerah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua IKA PMII Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus Anggota DPR RI Komisi XII, Syafruddin, berharap PC IKA PMII Kukar mampu menjadi mitra strategis pemerintah dengan menghadirkan ide dan gagasan positif. Ia menilai, peran alumni perlu diarahkan pada kontribusi nyata yang mendukung kemajuan dan kepentingan masyarakat.
“Harapannya, pengurus IKA PMII Kutai Kartanegara dapat menjadi mitra strategis pemerintah dengan memberikan ide dan gagasan yang positif serta konstruktif demi kemajuan daerah,” kata Syafruddin.
Pria yang akrab disapa Udin itu menjelaskan, terdapat perubahan peran ketika seseorang beralih dari kader PMII menjadi bagian dari IKA PMII. Jika ketika masih aktif sebagai mahasiswa sikap kritis dan tegas kerap ditunjukkan melalui gerakan, maka sebagai alumni pendekatan tersebut diharapkan berkembang menjadi lebih persuasif tanpa meninggalkan idealisme organisasi.
“Ada perubahan peran ketika seseorang berproses dari PMII menjadi IKA PMII. Jika sebelumnya dikenal sebagai insan yang kritis dan tegas, setelah berada di IKA PMII, sikap kritis tersebut diharapkan lebih mengedepankan pendekatan persuasif,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan persuasif akan membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara organisasi alumni dan pemerintah daerah. Kritik tetap diperlukan, tetapi penyampaiannya perlu mengutamakan dialog serta menawarkan solusi agar dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Ia berharap PC IKA PMII Kukar dapat menjadi sahabat pemerintah daerah dalam mewujudkan cita-cita masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran. Dengan demikian, kepengurusan periode 2026–2031 tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah.
Melalui pelantikan ini, Pemkab dan jajaran PC IKA PMII Kukar diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengawal kebijakan, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan Kutai Kartanegara yang lebih adil, merata, dan sejahtera.(Adv/diskominfokukar/Don)













