NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menargetkan pembenahan sistem drainase di sepuluh lokasi strategis dalam wilayah Kota Tenggarong sepanjang tahun 2025.
Seluruh proyek tersebut, akan didanai melalui APBD murni tahun anggaran 2025.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPU Kukar, Awang Agus Syahbandi, menyatakan bahwa beberapa pekerjaan merupakan kelanjutan dari proyek tahun sebelumnya yang belum tuntas dan diprioritaskan penyelesaiannya tahun ini.
“Prinsipnya, Kami memulai dari saluran pembuangan utamanya terlebih dahulu, baru masuk ke jaringan drainase di dalam kota. Pendekatan ini agar sistem pengendalian air hujan bekerja maksimal,” ujar Awang saat di wawancarai melalui via telepon selulernya, Kamis (22/5/2025) malam.
Proyek Drainase Bernilai Puluhan Miliar.
Di antara proyek yang menjadi fokus DPU Kukar adalah pembangunan drainase di Kelurahan Loa Ipuh dengan pagu anggaran Rp17,5 miliar.
Selain itu, pembangunan kanal banjir di sekitar Taman Kota Raja (TKR) juga akan dikerjakan, dengan dana sebesar Rp8,5 miliar.
Proyek lanjutan juga dilakukan di Jalan Mawar (Rp14,6 miliar), Jalan Maduningrat (Rp6,6 miliar), dan kawasan Rapak Mahang (Rp3,6 miliar), yang disebut Awang sebagai salah satu titik rawan banjir, terutama di sekitar RT 13 dekat Kantor Lurah Timbau.
“Kami akan buka jalur air menuju Jalan Udang, agar genangan tidak terus terjadi,” jelasnya.
Pengendalian Banjir dan Penataan Kota.
Salah satu proyek strategis lainnya adalah pembangunan saluran drainase di Jalan Jelawat yang menyerap dana Rp9,9 miliar.
Lokasi ini, menjadi krusial dalam pengendalian banjir yang kerap terjadi di Jalan Pesut dan sekitarnya.
“Genangan air dari Jalan Pesut akan mengalir ke Putri Kencana, tetapi saluran di sana mengalami penyempitan,” kata Awang.
“Namun perlu diketahui, kawasan tersebut merupakan sungai dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda,” tambahnya.
Sementara itu, pekerjaan lain yang direncanakan meliputi drainase Jalan Belida (Rp1,8 miliar), Gunung Belah (Rp2,6 miliar), dan kelanjutan proyek drainase di Jalan Pesut dengan alokasi anggaran Rp1,2 miliar.
Menuju Tenggarong yang Bersih dan Tertata.
DPU Kukar berharap, proyek-proyek drainase ini bukan hanya mereduksi potensi banjir, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Tenggarong agar lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya.
“Seluruh angka yang disebutkan masih dalam bentuk pagu anggaran, dengan harapannya, hasil pembangunan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, dalam bentuk lingkungan yang lebih tertata dan bebas genangan,” pungkas Awang. (Adv-DPU Kukar/INR)















