banner 728x90

banner 728x90

Dinas PU Kukar Siapkan Konsep Penataan Pasar Seni, Dorong Ruang Publik yang Fungsional dan Berdaya Guna

Muhammad Jamil Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) kembali menegaskan langkah strategis dalam menyediakan ruang publik yang lebih terstruktur, fungsional, dan inklusif.

Salah satu fokusnya saat ini adalah penataan ulang kawasan Pasar Seni Tenggarong, yang telah lama membutuhkan revitalisasi menyeluruh.

Penataan ini dimatangkan melalui rapat koordinasi teknis lintas perangkat daerah, yang digelar Selasa (15/7/2025), dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU Kukar Wiyono dan dihadiri Kepala Bidang Cipta Karya bersama sejumlah OPD teknis lainnya.

Di sela kegiatan tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya DPU Kukar, Muhammad Jamil, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun kajian awal sebagai basis perencanaan, mencakup potensi kawasan, kebutuhan pengguna, serta integrasi fungsi ruang dengan lingkungan sekitarnya.

“Kondisi Pasar Seni hari ini belum maksimal dimanfaatkan, padahal memiliki nilai strategis. Karena itu, Kami berupaya menyusun perencanaan penataan yang relevan, realistis, dan tetap berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jamil menegaskan bahwa konsep yang dikembangkan bukan sekadar memperindah kawasan, melainkan juga memperkuat peran sosial dan ekonomi ruang tersebut bagi warga.

“Kami ingin ruang ini hidup kembali, menjadi tempat berkumpul, berekspresi, berkreasi, dan tentu mendukung pelaku usaha mikro dan pelaku seni yang beraktivitas di Kukar,” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut, beberapa poin penting berhasil dirumuskan, antara lain skema zonasi area, pola konektivitas antar-ruang terbuka, serta penguatan dukungan infrastruktur pendukung bagi UMKM dan komunitas seni budaya lokal.

Proses penyusunan desain penataan, menurut Jamil, akan dilaksanakan secara terbuka dan partisipatif, mengundang masukan dari pemangku kepentingan serta warga yang terdampak langsung.

“Transparansi dalam perencanaan menjadi prinsip utama Kami, dan setiap tahapan harus bisa dipertanggungjawabkan. Dan tentu, akan berbasis pada data dan dinamika yang ada di lapangan,” tegasnya.

Dinas PU Kukar menargetkan finalisasi desain teknis dapat dilakukan dalam waktu dekat, menyusul sinkronisasi lintas sektor yang akan terus diperkuat dalam tahap lanjutan.

Menurut Jamil, keberadaan Pasar Seni yang tertata dan memiliki identitas kuat akan menjadi nilai tambah dalam wajah urban Tenggarong di masa depan.

“Kami ingin Pasar Seni tak sekadar sebagai nama, tapi menjadi simbol ruang kota yang hidup, di mana budaya, ekonomi kreatif, dan kebersamaan warga bisa tumbuh bersama,” tandasnya. (Adv-DPU Kukar/INR)

banner 728x90