NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (PU Kukar) menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran atau kecanggihan peralatan, tetapi ditentukan oleh kekuatan loyalitas, sinergi, dan semangat pengabdian seluruh sumber daya manusia di dalamnya.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Dinas PU Kukar, Rudi Suryadinata, dalam rapat koordinasi internal yang digelar di Kantor Dinas PU Kukar, Senin (2/6/2025).
Rapat tersebut tidak hanya dimaknai sebagai forum teknis rutin, melainkan momentum strategis untuk membangun kembali komitmen pelayanan publik di sektor yang sangat krusial: infrastruktur dasar.
Setiap jalan yang kita bangun, setiap jembatan yang dilintasi masyarakat, adalah hasil nyata dari kerja kita. Di situlah letak nilai pengabdian kita sebagai insan pembangunan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa bekerja di Dinas PU, bukanlah rutinitas administratif semata, melainkan bentuk kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan terhadap hasil kerja mereka.
Menurut Rudi Suryadinata, pembangunan tidak bisa hanya diserahkan kepada tim teknis lapangan.
Keberhasilan pelaksanaan program membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen dinas, dari perencanaan hingga pengawasan, dengan satu irama dan visi yang sama.
Lebih lanjut, Rudi Suryadinata menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas individu.
Ia mengajak seluruh pegawai untuk keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan wawasan, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Jangan berhenti belajar. Setiap tahun harus ada peningkatan kapasitas. Loyalitas itu penting, tapi tanpa kompetensi kita akan tertinggal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas PU Kukar Rudi Suryadinata juga, menyinggung status kepegawaian pegawai non-P3K.
Dari 76 orang yang telah dilantik, satu telah meninggal dunia, menyisakan 75 orang aktif,” katanya.
Sementara itu, masih terdapat 11 pegawai yang berada dalam kategori prioritas ketiga (R3), dan belum mendapatkan status P3K,” sebutnya.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar tetap berkomitmen, untuk memperjuangkan pemerataan status kepegawaian, melalui gelombang seleksi berikutnya, guna memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh pegawai.
Sebagai penekanan, Rudi Suryadinata menyampaikan tiga prinsip utama yang menjadi fondasi kinerja Dinas PU Kukar, yakni Komunikasi, Koordinasi, dan Kerja Sama.
Menurutnya, tanpa komunikasi yang baik, kerja organisasi akan berjalan sendiri-sendiri; tanpa koordinasi, arah pembangunan akan tumpang tindih; dan tanpa kerja sama, keberhasilan program hanya akan menjadi ilusi.
Tiga hal ini harus dijaga dan dikuatkan. Karena pada akhirnya, yang kita tuju bukan hanya keberhasilan teknis proyek, tapi dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada para pegawai yang baru saja dilantik, agar memandang jabatan sebagai awal dari pengabdian, bukan sekadar pencapaian administratif.
Tunjukkan bahwa Kita benar-benar hadir untuk rakyat, dan bukan hanya datang ke kantor, tapi turut membangun dengan hati dan integritas,” tutupnya.
Rapat koordinasi tersebut, menjadi cerminan arah baru bagi Dinas PU Kukar, dalam menghadapi tahun pembangunan 2025 yang penuh tantangan.
Semangat loyalitas, peningkatan kapasitas, serta kerja kolektif diyakini menjadi bekal utama, untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya berjalan sesuai target, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang merata, bagi seluruh masyarakat Kutai Kartanegara. (Adv-DPU Kukar/INR)















