NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan jembatan baru di kawasan pusat Kota, tidak akan mengorbankan keberadaan Jembatan Besi, yang telah lama berdiri dan sarat nilai sejarah.
Jembatan baru ini, akan menghubungkan Jalan Kartini dan Jalan Monumen Barat, melintasi anak Sungai Mahakam.
Proyek tersebut menjadi solusi, atas kebutuhan peningkatan mobilitas masyarakat, sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa posisi jembatan baru telah digeser agar tidak merusak struktur Jembatan Besi, yang dibangun pada era kolonial dan kini sedang dalam proses penetapan sebagai cagar budaya.
“Jembatan yang lama tetap dipertahankan, dan posisinya tidak diganggu, karena Kita sangat menghargai nilai sejarahnya,” kata Linda, Jumat (20/6/2025).
Keputusan strategis ini, menurut Linda, diambil setelah proses diskusi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, mahasiswa, masyarakat sekitar, hingga arahan langsung dari Bupati Kukar dan Sri Sultan.
Kesepakatannya, pembangunan tetap dilanjutkan, namun dilakukan penyesuaian lokasi.
“Kami libatkan masyarakat sejak awal, dan Kami telah melaksanakan pertemuan bersama pemerhati sejarah serta mahasiswa, yang akhirnya diputuskan jembatan dibangun di lokasi yang berbeda, tanpa mengganggu yang lama,” jelasnya.
Linda mengungkapkan, jembatan baru ini dirancang cukup lebar, sekitar 14 meter, dan mampu menampung empat lajur lalu lintas dua arah, dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat, serta dapat difungsikan pada 2026.
Sementara itu, Jembatan Besi yang kini dinilai tidak lagi layak untuk kendaraan bermotor, akan dialihfungsikan sebagai jembatan khusus pejalan kaki guna mendukung Kawasan Wisata Heritage Kota.
“Kondisinya memang sudah cukup tua, dan kalau terus dilewati kendaraan berat, bisa berbahaya,” katanya.
“Nantinya akan Kami fungsikan sebagai jembatan pedestrian, agar tetap bermanfaat tanpa merusak,” ujar Linda.
Tak hanya jembatan, kawasan sekitar anak Sungai Mahakam juga akan ditata.
Linda menyebutkan bahwa proyek ini, meliputi pembangunan taman serta ruang terbuka publik, agar wajah Kota makin tertata dan indah.
“Prinsipnya pembangunan jembatan dan penataan pinggiran sungai dilakukan bersamaan. Jadi bukan hanya aksesnya yang diperbaiki, tapi juga lingkungannya kita percantik,” tutupnya. (Adv-DPU Kukar/INR)















