banner 728x90

banner 728x90

Bina Marga Kukar Bangun Jalan Tembus Baru, Jembatan Sementara Ditopang Bailey 45 Ton.

Foto IST

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Desa Teluk Dalam dan Desa Jongkang resmi dimulai.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan Jembatan Bailey sebagai akses sementara bagi pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kukar, Trias Tono, ST, menjelaskan bahwa proyek ini terbagi dalam dua kegiatan berbeda yang didanai melalui anggaran terpisah.

Salah satunya ialah, pemasangan Jembatan Bailey yang bersifat sementara dan dapat dipindahkan ke lokasi lain jika diperlukan.

“Untuk tahun anggaran 2025, hanya satu titik pembangunan jembatan yang didanai, dan semula direncanakan dua titik, di sisi kanan dan kiri sungai” katanya, saat di konfirmasi media ini, Selasa (3/6/2026).

“Rencana ini, melanjutkan program sebelumnya, termasuk kebijakan Multiyears pada 2011, yang ditujukan untuk peningkatan akses wilayah rawan banjir,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang Dinas PU, dalam membuka jalur tembus menuju Jembatan Loa Lepu dan selanjutnya ke kawasan Loa Gagak.

Dukungan pembebasan lahan disebutnya sudah direncanakan oleh Pemerintah Daerah, dan diharapkan bisa berjalan pada tahun yang sama.

“Informasi terakhir, pembebasan lahan kemungkinan besar bisa dilakukan tahun ini, meskipun beberapa rumah warga masih menanti kejelasan,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pembangunan fisik difokuskan pada sisi kiri arah dari Tenggarong.

Sementara itu, Jembatan Bailey di sisi kanan hampir rampung dengan progres mendekati 100 persen.

Saat ini, perbaikan pada akses masuk masih berlangsung sebagai bagian dari tahap penyempurnaan akhir.

“Komponen utama seperti tiang pancang sudah ada di lokasi, sedangkan Girder masih menunggu penyelesaian pondasi dan abutment,” terangnya.

“Panjang jembatan permanen direncanakan 16 meter, dengan lebar total 9 meter, termasuk trotoar satu meter di tiap sisi,” sambungnya.

Jembatan Bailey tersebut, dapat menahan beban hingga 45 ton, namun untuk keselamatan pengguna, tonase dibatasi maksimal 20 ton.

Pembatasan ini dilakukan, guna mencegah risiko dari kendaraan berat, seperti truk trailer.

“Kami antisipasi risiko dengan membatasi tonase kendaraan yang melintas di jembatan Bailey, dan ini penting untuk menjamin keselamatan,” tambahnya.

Trias juga menyampaikan bahwa, sebelum jembatan permanen mulai dipasang, akan dilakukan uji coba serta koordinasi lintas instansi, guna meminimalkan hambatan teknis selama pengerjaan.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama pembangunan, rekayasa arus kendaraan telah diberlakukan.

Ia mengungkapkan, sempat terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa di lokasi tersebut, yang kemudian mendorong pihak kepolisian memanggil Dinas PU untuk penanganan bersama.

“Awalnya ada rencana menutup total akses jalan, namun atas pertimbangan kemanusiaan, pimpinan dan Bupati memutuskan diberlakukan sistem buka-tutup agar mobilitas warga tetap terjaga,” tuturnya.

Trias menambahkan, informasi resmi mengenai pengoperasian Jembatan Bailey dan pengaturan tonase kendaraan, akan diumumkan dalam waktu dekat melalui media sosial dan kanal informasi resmi milik Pemerintah. (Adv-DPU Kukar/INR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90